loading...
Loading...
Kalapas Sragen saat menunjukkan urine yang dites miliknya, Sabtu (16/2/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Sedikitnya 20 pegawai eselon di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen, terpaksa harus kencing dadakan, Sabtu (16/2/2019). Pasalnya mereka harus menjalani pemeriksaan tes urine yang digelar otoritas Lapas setempat.

Pemeriksaan tes urine dilakukan mulai pukul 13.00 WIB. Dipimpin langsung Kalapas Yosef Benyamin Yembise, pemeriksaan urine dilakukan terhadap 20 pejabat eselon IV dan V yang bertugas di Lapas.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis di Gemolong Sragen, Pasutri PNS Digasak Mobil Misterius Yang Melaju Ugal-ugalan. Mobil Langsung Ngacir Usai Menabrak 

Pemeriksaan urine kali pertama dijalani oleh Kalapas. Kemudian berturut-turut semua pegawai dua eselon itu satu persatu menjalani pemeriksaan urine.

“Iya, tadi saya yang pertama dites urine. Lalu semua pegawai eselon IV dan V. Total ada 20 pegawai yang diperiksa,” papar Yosef dihubungi seusai pemeriksaan.

Tes urine itu digelar tanpa ada pemberitahuan. Sehingga tak sedikit pegawai yang terkejut.

Lantas bagaimana hasilnya? Kalapas menyampaikan dari 20 pegawai eselon yang dites urine, ternyata tak ada satupun yang hasilnya positif.

Baca Juga :  Mayat Wanita Misterius Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo Sambungmacan Sragen. Kondisi Membusuk dan Pakai Baju Merah Jambu 
Foto/Wardoyo

Lebih lanjut disampaikan, pemeriksaan urine itu digelar menindaklanjuti program dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham terkait penegakan disiplin pegawai internal Lapas dari barang terlarang utamanya narkoba.

“Patut bersyukur, ternyata enggak ada yang positif. Tujuan tes urine ini memang untuk memastikan petugas dan pegawai Lapas tidak ada yang menggunakan narkoba,” terang Kalapas.

Baca Juga :  Ketua DPC Gerindra Sragen Ungkap Bupati Sempat Janjikan Beri Kejutan Sepulang Haji. Kecil Dipinang, Besar Hengkang? 

Menurutnya hasil itu menjadi angin segar dan tak lepas dari komitmen tegas yang sejak awal ditanamkan ke semua jajaran sejak ia memimpin Lapas Sragen empat bulan silam.

“Ini juga wujud konsistensi semua jajaran Lapas. Seperti filosofi sapu, sebelum digunakan untuk membersihkan, sapunya harus dipastikan bersih terlebih dahulu,” tegas Kalapas. Wardoyo

 

Iklan
Loading...