loading...
Loading...
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan saat menyampaikan sambutannya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB), Tokoh Ormas dan Tokoh Agama di Kabupaten Sragen menggelar deklarasi dan sepakat menolak politisasi tempat ibadah. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan sebagai penyelenggara kegiatan tersebut menegaskan, kesepakatan itu dijalin untuk mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan sejuk di Bumi Sukowati.

Polres Sragen menggawangi deklarasi dan kesepakatan menolak politisasi tempat ibadah pada tahapan pemilu 2019. Deklarasi tersebut diikuti para tokoh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB), Tokoh Ormas dan Tokoh Agama di Kabupaten Sragen.

Kegiatan berlangusung diakhir acara FGD (Focus Group Discussion) ‘Stop Politisasi Tempat Ibadah’ menuju pemilu 2019 yang aman damai dan sejuk di hotel Surya Sukowati Sragen. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan sebagai penggagas kegiatan itu menyampaikan, sampai kini belum ada laporan penggunaan tempat ibadah sebagai ajang politik atau kampanye.

Baca Juga :  Gelombang PHK Besar-Besaran di Sragen Terus Meluas, Ribuan Buruh Jadi Pengangguran Baru. Sejumlah Pabrik Mulai Terapkan Oglangan 

Diharapkan dengan adanya kegiatan FGD dan juga deklarasi ini, semua pihak mampu menjaga situasai kondusifitas di Kabupaten Sragen sampai pemilu usai. Dikatakan Kapolres, deklarasi yang dilakukan para tokoh di Bumi Sukowati ini sepakat untuk menjaga Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), selain itu juga sepakat melaksanakan pemilu dengan damai dan sejuk.

Mereka juga sepakat tempat ibadah tidak digunakan kegiatan politik, dan mampu menangkalnya apabila akan ada politisasi baik di Masjid, Musholla, Gereja atau tempat ibadah lainya.

“Kalau di Sragen belum ada laporan, kami harapkan ini dipertahankan terus. Agar tidak menjadi seperti itu, ini tujuanya untuk menjaga. Silahkan kampanye tapi semua ada rambu-rambunya,” ujar AKBP Yimmy.

AKBP Yimmy Kurniawan menandaskan, selain deklarasi para tokoh yang hadir juga melalaksanakan diskusi untuk mendinginkan situasi politik yang semakin memanas mendekati pemilu 17 April. Kepolisian melakukan berbagai upaya, seperti komunkasi lintas tokoh agama dan masyarakat, agar paham dan tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif.

Baca Juga :  Ini Bukti Miras Masih Subur di Sragen. Polisi Sita Lebih dari 1.000 Botol Miras, 7 Penjual Bakal Diproses Pidana! 

Hadir dalam kegiatan tersebut selain Kapolres, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah M Fajar SAK Arif dan Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetyo. Wardoyo

Loading...