loading...
Loading...
Ilustrasi

JOGJA –  Pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menjadi salah satu faktor pendorong membaiknya kinerja investasi dan terkereknya pertumbuhan ekonomi DIY.

Direktur Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta Budi Hanoto menuturkan, akselerasi kinerja investasi merupakan faktor pendorong utama pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY dengan andil (year of year) sebesar 3,61% atau lebih tinggi dibanding andil konsumsi rumah tangga yang tercatat sebesar 1,37%.

“Pertumbuhan kinerja investasi ini ditopang pembangunan infrastruktur strategis di DIY yang sedang berjalan salah satunya bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA),” ujar Budi Kamis (7/2/2019).

Budi menuturkan, selain proyek bandara baru itu, pembangunan infrastruktur lain di DIY yang turut pertumbuhan investasi antara lain pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), revitalisasi kawasan Malioboro juga yang baru berjalan pembangunan Underpass Kentungan.

Baca Juga :  Proyek Tol Yogya – Solo Dipastikan Tak Ganggu Selokan Mataram

“Masifnya pembangunan proyek infrastruktur tersebut mampu mendorong investasi tumbuh sebesar 11,5% atau meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 10,97%,” ujarnya.

Bank Indonesia Yogyakarta mencatat realisasi pertumbuhan PDRB DIY pada Triwulan IV 2018 pun telah mampu menembus angka 7% yang merupakan capaian pertumbuhan tertinggi sejak perubahan tahun dasar PDRB 2010, yaitu sebesar 7,39% .

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,03%  maupun periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mampu tumbuh 5,25% .

Selain itu, kinerja perekonomian DIY juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional secara agregat, yang tumbuh sebesar 5,18%.

Baca Juga :  RSUP dr Sardjito Siapkan Ruang dan Tim Khusus Tangani Antraks

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh kinerja lapangan usaha konstruksi yang memiliki andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018 yaitu sebesar 1,25%.

Pada triwulan laporan, konstruksi mampu tumbuh mencapai 18,43%, meningkat signifikan dibanding pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 14,87%. #tempo.co

Loading...