JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Psikolog UI Sarankan Tak Kenalkan Gadget pada Balita, Ini Alasannya

Ilustrasi. Foto: pexels.com
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi anak bermain di luar rumah. Foto: pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM – Saat ini perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang luar biasa, termasuk gadget. Hampir setiap orang menggunakan smart phone untuk berbagai keperluan, termasuk anak-anak di dalamnya.

Dengan berbagai pertimbangan dan alasan banyak orangtua memberikan gadget kepada anak-anaknya yang masih kecil, antara lain sebagai penangkal rewelnya, supaya mau makan, atau hiburan anak selagi orangtua melakukan pekerjaan rumah tangga.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan gadget sejatinya tidak perlu diperkenalkan kepada anak. “Pada batita, balita, bahkan, anak sekolah dasar tidak perlu lama-lama bermain gadget,” kata Rose Mini Agoes Salim.

Baca Juga :  Berkhasiat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Ini Cara Mudah Mengolah Daun Kelor untuk Dikonsumsi di Masa Pandemi Corona

Menurut dia, gadget di usia batita dan balita bisa menganggu perkembangan anak karena kurangnya pemberian stimulasi. Mulai dari stimulasi kognitif, motorik halus, motorik kasar, sensorik, psikologi sosial, dan lainnya.

Bila orangtua ingin memperkenalkan warna dan bentuk kepada batita dan balita, Rose Mini menyarankan berkreasilah dengan peralatan yang ada di rumah. Misalnya kotak tempat makan, taplak meja, atau tanaman dan bunga di teras. Ajak anak bicara agar terstimulasi kognitif, bahasa, dan kemampuan psikologi sosialnya.

Baca Juga :  Berkhasiat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Ini Cara Mudah Mengolah Daun Kelor untuk Dikonsumsi di Masa Pandemi Corona

Rose Mini mengingatkan, ketika anak menonton video maka hanya satu kegiatan yang dilakukan. Sementara ketika diajak bicara oleh orangtua, anak belajar mempelajari ekspresi, membangun ikatan bersama, dan belajar bahasa ibu.

“Jangan salahkan anak jadi susah berkomunikasi dan terbuka ketika besar nanti, kalau saat kecil tidak pernah diajak bicara,” kata Rose Mini. “Anak itu berkaca kepada orang tuanya saat belajar. Mengasuh anak itu keharusan bagi orang tua, jangan pake gaya disambi. Maka orang tua harus kreatif dan terlibat dua-duanya, ayah dan ibu.”

www.tempo.co