Beranda Edukasi Kesehatan Siang Panas Malam Dingin, Asap Karhutla dan Flu A Mengintai: Ini Cara...

Siang Panas Malam Dingin, Asap Karhutla dan Flu A Mengintai: Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit

Kualitas udara
Ilustrasi kemarau yang panas menyengat. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kemarau kali ini membuat tubuh harus menghadapi perubahan kondisi yang cukup tajam. Siang hari terasa panas dan terik, tetapi ketika malam hingga dinihari suhu bisa terasa lebih dingin. Di sejumlah wilayah, kondisi diperberat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara kasus flu A juga menjadi perhatian kesehatan.

Kombinasi tersebut membuat menjaga kondisi tubuh menjadi semakin penting. Bukan berarti setiap orang yang terpapar udara dingin atau asap pasti jatuh sakit, tetapi perubahan cuaca, kualitas udara yang buruk, kurang tidur, kelelahan, serta paparan virus dapat membuat tubuh lebih mudah mengalami gangguan kesehatan.

Karena itu, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari agar tubuh tetap bugar selama kemarau.

✓ Cukupi kebutuhan cairan

Cuaca panas membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat. Jangan menunggu haus untuk minum. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Jika banyak beraktivitas di luar ruangan, kebutuhan cairan perlu lebih diperhatikan, terutama ketika tubuh mulai terasa lemas, mulut kering, atau urine berubah menjadi lebih pekat.

✓ Jangan remehkan tidur

Perubahan aktivitas selama musim kemarau sering membuat waktu tidur berantakan. Padahal, tidur yang cukup membantu tubuh melakukan pemulihan.

Usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang relatif teratur. Hindari terlalu sering begadang, terutama jika keesokan harinya harus beraktivitas sejak pagi.

✓ Siang panas, malam dingin, pakaian jangan asal

Perubahan suhu membuat tubuh perlu beradaptasi. Saat beraktivitas pada siang hari, gunakan pakaian yang ringan dan nyaman.

Sebaliknya, ketika udara malam atau dinihari terasa dingin, siapkan pakaian yang cukup untuk menjaga tubuh tetap nyaman. Terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang sensitif terhadap perubahan suhu.

Baca Juga :  15 KK di Wonogiri Emoh Terima Bansos Lagi

✓ Kurangi aktivitas di tengah terik

Jika tidak mendesak, aktivitas fisik berat sebaiknya tidak dilakukan ketika matahari sedang sangat terik.

Bagi yang harus bekerja di luar ruangan, gunakan pelindung seperti topi atau payung, beristirahat secara berkala, dan cukup minum.

✓ Asap karhutla jangan dianggap sebagai udara biasa

Asap kebakaran hutan dan lahan dapat mengandung partikel serta polutan yang mengganggu saluran pernapasan.

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat. Penggunaan masker yang sesuai juga dapat membantu mengurangi paparan partikel udara.

Rumah juga perlu dijaga agar paparan asap dari luar tidak semakin banyak. Jika memungkinkan, tutup celah masuknya asap dan gunakan penyaring udara ketika tersedia.

✓ Waspadai gejala gangguan pernapasan

Batuk, tenggorokan terasa mengganjal, mata perih, hidung berair, atau sesak setelah terpapar asap perlu diperhatikan.

Jika keluhan cukup berat, berlangsung terus, atau disertai kesulitan bernapas, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

✓ Hadapi flu A dengan kebiasaan bersih

Flu A dapat menyebar melalui droplet atau partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi. Karena itu, kebiasaan sederhana tetap penting dilakukan.

Rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum bersih, serta menjaga jarak dari orang yang sedang sakit dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Jika sedang mengalami gejala flu, gunakan masker ketika berada di sekitar orang lain dan pertimbangkan untuk beristirahat di rumah agar tidak mudah menularkan penyakit.

✓ Makan tetap teratur

Saat cuaca panas, nafsu makan sebagian orang bisa menurun. Namun tubuh tetap membutuhkan asupan energi dan zat gizi.

Baca Juga :  Ya Allah, Warga Tenggelam di Waduk Jarak Batuwarno, Sempat Terdengar Suara Minta Tolong

Pilih makanan dengan komposisi seimbang, termasuk sumber protein, sayuran, buah, dan karbohidrat sesuai kebutuhan. Jangan menjadikan minuman manis sebagai pengganti air putih sepanjang hari.

✓ Olahraga tetap jalan, tetapi sesuaikan kondisi

Olahraga tetap dapat dilakukan selama tubuh dalam kondisi sehat. Namun saat udara sangat panas atau kualitas udara buruk akibat asap, waktu dan intensitas olahraga perlu disesuaikan.

Aktivitas fisik dapat dilakukan pada waktu udara lebih nyaman atau di dalam ruangan dengan ventilasi yang baik.

Kemarau bukan alasan untuk mengabaikan kondisi tubuh. Justru ketika siang terasa menyengat, malam berubah dingin, udara tercampur asap, dan penyakit pernapasan sedang beredar, kebiasaan sehari-hari menjadi semakin penting.

Kuncinya sederhana: cukup minum, tidur teratur, makan bergizi, tetap aktif sesuai kondisi, menjaga kebersihan tangan, memakai perlindungan ketika udara buruk, serta tidak memaksakan aktivitas ketika tubuh mulai memberi tanda kelelahan.

Jika muncul demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau keluhan yang semakin berat, jangan hanya mengandalkan perawatan mandiri. Segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.