loading...
Loading...
Ilustrasi

BANDUNG –  Wilayah Indoneaia bagian barat masih belum sepi dari gempa. Senin (11/2/2019) malam kemarin, gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Peristiwa berkekuatan magnitudo 4,0 itu tepatnya terjadi pada pukul  22.13 WIB.  Dampak gempa yang bersumber di laut itu dilaporkan juga terasa hingga ke Pangandaran. Meski demikian gempa tidak berdampak pada potensi tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sumber gempa berada pada koordinat episenter 8.15 LS dan 107.88 BT atau berada di laut pada jarak 62 kilometer arah barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sumber gempa berkedalaman 27 kilometer.

Baca Juga :  Ribuan Massa Blokade Jalan Utama, Kota Manokwari Lumpuh Total

Berdasarkan hasil analisis BMKG pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa bumi dirasakan di daerah Pangandaran dengan skala intensitas III MMI. Getaran itu setara dengan truk yang lewat di depan rumah.

“Tidak ada dampak kerusakan bangunan. Dirasakan di Pangandaran pada skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata di dalam rumah,” kata Kepala BMKG Bandung yang dikonfirmasi Selasa (12/2/2019).

Gempa yang tergolong dangkal ini oleh BMKG disebut akibat proses subduksi atau penunjaman lempeng Indo-Australia ke lempeng Eurasia di wilayah perairan selatan Jawa. Meskipun dangkal dan terjadi di laut, gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya tidak cukup besar untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

Baca Juga :  PNS Bekerja dari Rumah Masih Wacana, Menpan RB Minta Tak Dibahas lagi

Sebelumnya pada hari yang sama, gempa tektonik bermagnitudo 4,1 mengguncang wilayah Garut selatan, Senin, 11 Februari 2019. BMKG mencatat waktunya pada pukul 13.08 WIB. Guncangan gempa itu menyebar ke sebagian wilayah Bandung hingga Tasikmalaya.

Kepala BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan, gempa tektonik sebesar itu tidak berdampak merusak. “Hanya terasa sebagian masyarakat sebagai getaran yang pelan,” katanya, Senin, 11 Februari 2019.

Baca Juga :  Gadis 14 Tahun di Bintan Terpaksa Melayani Nafsu Birahi Kakak Iparnya Karena Takut Diusir dari Rumah

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,27 LS dan 107,71 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kedalaman sumber gempa tergolong dangkal yaitu 10 kilometer.

“Gempa yang terjadi akibat aktivitas Sesar Garsela (Garut Selatan) di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.

Guncangan gempa ini dilaporkan terasa di daerah Bojongsoang dan Banjaran Kabupaten Bandung. Skala intensitas gempanya II MMI yang membuat benda-benda ringan bergoyang. Berdasarkan peta guncangan, gempa terasa di Garut, sebagian Bandung selatan, dan barat Tasikmalaya. #tempo.co

Iklan
Loading...