JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terus Meroket, Kasus DBD Sragen Tembus 785. DKK Ungkap Banyak SD dan SMP Yang Ditemukan Jentik Nyamuk, Siswa Bakal Dikerahkan Buat Laporan! 

Ilustrasi pasien demam berdarah
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi pasien demam berdarah

SRAGEN – Jumlah laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sragen terus mengalami peningkatan. Hingga sebulan terakhir di Januari 2019, jumlah laporan kasus sudah mencapai 785 kasus.

Angka itu merupakan data yang masuk dari rumah sakit maupun Puskesmas di 20 kecamatan ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen. Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan hingga saat ini, data kasus DBD yang dilaporkan sudah mencapai angka 785.

Namun data itu masih perlu diverifikasi kembali untuk memastikan apakah kasusnya termasuk DD atau DBD.

Ia menguraikan dari laporan yang masuk, angkanya memang terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, tren kasus yang dilaporkan setiap harinya sudah mengalami penurunan.

Baca Juga :  Terus Meluas, Kasus Covid-19 di Pantirejo Sukodono Sragen dari Sopir Minibus Yang Meninggal Positif. Usai Istri dan 2 Anaknya Positif, Satu Warga Kembali Dinyatakan Positif

“Jumlahnya memang terus bertambah, tapi trennya laporan kasus per harinya mengalami penurunan. Jika sebelumnya sehari ada laporan kasus sebanyak 80 laporan, tetapi sekarang sudah menurun,” ungkapnya.

Penurunan tambahan kasus itu tak lepas dari upaya sosialisasi dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang digencarkan sejak awal bulan Januari. Menurutnya sekarang setiap Jumat PNS digerakkan untuk PSN hingga ke kecamatan.

“Sudah ada edaran dari Sekda soal PSN serentak. Lalu bupati juga menerbirkan SE untuk PSN,” kata dia.

Dari 785 laporan kasus yang masuk, menyebar di 20 kecamatan. Lima kecamatan dengan angka kasus tertinggi adalah Mondokan, Sumberlawang, Miri, Tangen dan Gemolong.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Korban Meninggal Suspek Covid-19 di Sragen. Berasal dari Gemolong, Dirawat di RS Solo, Jadi Korban Meninggal ke- 39

“Ini juga sudah digalakkan program satu rumah satu jumantik. Minggu ini Bupati juga mengagendakan agar setiap siswa memeriksa rumahnya dan samping kiri kanan. Nanti dibuat laporan di bawa ke sekolah. Di sekolahnya jug,” terangnya.

Ditambahkan, penggerakan siswa itu juga diharapkan bisa menekan penyebaran wabah DBD. Sebab dari hasil PE, banyak sekolah SD dan SMP yang lingkungannya masih ditemukan positif jentik.

“Masih banyak sekolah yang ditemukan jentik. Ya SD ya SMP,” katanya.

Perihal jumlah korban meninggal, Hargiyanto menyebut belum ada tambahan. Jumlah korban meninggal DBD masih tiga orang. Wardoyo