loading...
Pemilihan Ketua RT ala Pilpres Kampung Madyorejo, Jetis, Sukoharjo.

SUKOHARJO-Warga Kampung Madyorejo RT 1 RW VII, Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo menggelar pemilihan Ketua RT dengan cara unik.

Kampung yang berada di barat SMA N1 Sukoharjo, itu mencari pemimpin RT melalui pemungutan suara ala Pilpres atau Pemilu. Dimana ada pendaftaran, ruang tunggu, kartu suara, bilik dan kotak suara, serta papan penghitungan, juga melibatkan saksi.

Sekertaris RT Begug Suwarman, Rabu (6/2/2019), mengatakan, pemilihan dilaksanakan melalui cara mirip Pemilu. Karena warga tidak ada yang mau atau menolak jadi Ketua RT, dengan alasan kurangnya perhatian pemerintah khususnya keberadaan ke RT.

Baca Juga :  Lazismu Sukoharjo Bangun Rumah Warga Kurang Mampu di Dayu Tegalsari Kecamatan Weru

“Pelaksanaan pemilihan Ketua RT sesuai rencana akan dimulai pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 10.00 WIB. Namun karena hujan mundur 30 menit. Dalam penghitungan suara berjalan sangat seru dan menegangkan karena ada 204 orang pemilih (81 persen) dari jumlah warga yang ada,” kata dia.

Hasil perhitungan suara, Rudi Setyohadi mendapatkan 103 Suara, sedangkan Mariyono mendapatkan 77 suara. Selama pemungutan suara dimeriahkan dengan organ tunggal Arsena Jaya.

Dia berujar, sejak pindah dari Wonogiri pada 1987, Kampung Madyorejo telah mengalami pergantian Ketua RT sebanyak lima kali. Yakni Sriyadi Marno Prawiro (Alm), Mudjiman, Suradi Mardi Sudarso, Suparjo, dan kali ini terpilih Rudi Setyohadi.

Baca Juga :  Ini Cara Mencegah Penyalahgunaan Narkoba Kalangan Pelajar Ala Polsek Sukoharjo
Loading...

Dia menerangkan, mencari sosok pemimpin atau ketua belum tentu mudah. Selain itu warga belum tentu mau atau bersedia, khususnya untuk menjadi Ketua RT.

Alasannya, seorang Ketua RT yang dibantu pengurus mempunyai tugas sebagai ujung tombak dalam pemerintahan yang terendah. Ketua RT juga harus tahu masalah serta permasalahan yang ada serta paham betul tentang SDM maupun SDA dalam lingkungannya, guna membantu pemerintah. Sebenarnya, sebut dia, pemerintah sudah ada perhatian atau kesejahteraan, namun masih terlalu minim. Aris Arianto


Loading...