JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Waspada, Sindikat Kejahatan Hipnotis Bermodus Tanya Alamat. Seorang Wanita Diporoti 14,5 Juta dan Diganti Dolar Palsu!

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

 

Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kepolisian Resor Magelang Kota Polda Jawa Tengah menggelar konferensi pers terkait perkara tindak pidana tipu daya (Gendam) dengan modus menawarkan uang dolar yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Polisi berhasil mengungkap aksi kejahatan yang dilakukan oleh sindikat penipu dengan modus gendam. Korban dari aksi komplotan ini adalah seorang wanita bernama Ratna warga kelurahan Gelangan.

Saat terperdaya pelaku beraksi dengan memperdaya korban dengan modus menawarkan penukaran uang Dollar.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan bahwa modus operasi pelaku menggunakan modus gendam dengan beberapa komplotan berencana.

Polisi berhasil menangkap 4 pelaku bernama Amir (58 tahun), Tetra Kusuma (58 tahun), Siti Asiah (52 tahun), dan Zaenal Abidin (42 tahun).

Baca Juga :  Kurban di Tengah Pandemi, Pemotongan Hewan Kurban Ditsamapta Polda Jateng Dilakukan Petugas Berpakaian APD Lengkap

“Aksinya berlangsung pada hari Kamis tanggal 3 Januari 2019 sekitar pukul 09.45 Wib di depan BRI Cabang Magelang Jl Iklas, Kel Magersari, kec Magelang Selatan, Kota Magelang. Semula korban pulang dari BRI Cabang Magelang dengan jalan kaki, saat berjalan korban papasan dengan salah satu pelaku yang pura-pura bertanya alamat sebuah yayasan setelah itu kumpulan komplotan melancarkan aksinya,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti dari kejadian tersebut diantaranya 1 buah dusbook handpone merek Vivo, Uang tunai Rp. 14.455.000, dan 17 lembar dollar BELLARUSIA @1.000 dollar yang sudah tidak berlaku.

Baca Juga :  Penerapan Protokol Kesehatan di Dunia Pendidikan Jadi Prioritas

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 81.300.000,- (delapan puluh satu juta tiga ratus ribu rupiah) serta 1 (satu) buah HP merk Vivo type S91 warna merah seharga Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Tindak Pidana Penipuan sebagaimana dimaksud bunyi pasal 378 KUHP dan atau Tindak Pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud bunyi pasal 372 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 4 (empat) Tahun. Dari kasus tersebut Polisi akan melakukan pemeriksaan dan penahanan tersangka.

“Diduga para pelaku telah melakukan aksinya dengan modus seperti itu di berbagai kota,” Pungkas Kapolres. Wardoyo