JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Banjir Bandang Landa 4 Kecamatan di Sukoharjo, Ratusan KK Terdampak

Salah satu wilayah terdampak banjir di Kecamatan Weru, Sukoharjo.
Salah satu wilayah terdampak banjir di Kecamatan Weru, Sukoharjo.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Banjir melanda sedikitnya empat kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana yang dipicu hujan berdurasi lama tersebut.

Informasi yang dihimpun, banjir menggenang di Kecamatan Tawangsari, Mojolaban, Grogol, dan Weru, Rabu (6/3/2019). Khusus Mojolaban dan Grogol semacam sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya ketika puncak penghujan. Saat ini sebagian besar genangan air telah surut.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (7/3/2019) mengatakan, ada ratusan KK yang terdampak. Khusus di Grogol melanda Dukuh Nusupan RT 4 RW 5 Desa Kadokan, ada 40 KK yang terdampak. Banjir juga melanda Perumahan Puri Permata Desa Pandeyan, Grogol dengan 30 KK terdampak banjir.

Baca Juga :  Gawat, Pasien Meninggal Karena Corona Bertambah Lagi Menjadi 20, Saat ini Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Meroket Mencapai 543

Di Kecamatan Weru, banjir terjadi tepatnya di Dukuh Turen RT 2 RW 1 dan RT 4 RW 2 Desa Karakan dan melanda enam KK akibat luapan Sungai Siluwur. Di Desa Karangwuni, Weru ada puluhan KK yang terdampak banjir.

“Desa Laban Kecamatan Mojolaban, ada 70 KK yang terdampak dan Desa Gadingan terdapat 30 KK yang terdampak,” kata dia.

Baca Juga :  Ngeri, Pasien Meninggal Karena Corona Bertambah 2 Menjadi 22, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melonjak Mencapai Angka 548

Selain banjir, juga terjadi longsor di Dukuh Gembul RT 1 RW 3 Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Bagian rumah milik seorang warga terdampak longsor. Hal serupa terjadi di Dukuh Tawang RT 2 RW 1 Desa Tawang, Kecamatan Weru.

Sementara sejumlah rumah di Dukuh Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, terendam air banjir. Kepala Desa Grajegan Mujiyono, hal itu merupakan salah satu imbas jebolnya tanggul Sungai Ngadipiro. Aris Arianto