JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Minta Waspadai Potensi Money Politik di Pemilu. Kapolres Ajak Masyarakat Tak Golput! 

AKBP Yimmy Kurniawan saat memberikan paparan. Foto/Wardoyo
AKBP Yimmy Kurniawan saat memberikan paparan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta agar masyarakat dan semua pihak mengantisipasi potensi money politik di Pemilu mendatang.

Hal itu disampaikan saat menghadiri  Forum Silaturahmi Kamtibmas, dengan tema “ Golput Bukan Pilihan  “ salurkan aspirasimu untuk suksesnya Pemilu 2019 yang Aman Damai Dan Sejuk di Kabupaten Sragen, Selasa (26/3/2019).

Acara yang diprakarsai Polres di Gedung Kartini itu diikuti kurang lebih 200 orang, yang mana terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, KPU, Bawaslu, perwakilan dari MUI Sragen, FKUB, Kepala Lapas Sragen, Ketua Ponpes di Sragen, Kaum milenial, Pemuda Pemudi Di Sragen, Perwakilan Masyarakat di tiap Kecamatan dan sekolah di Sragen.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

Dalam sambutannya Bupati Sragen menyampaikan bahwa dengan terselengaranya acara kali ini, angka Golput di Kabupaten Sragen bisa diminimalkan.

“Money Politic harus bisa dicegah. Ini juga perlu diantisipasi teman teman dari Bawaslu nanti akan mencegah hal ini. Sehingga kecurangan yang terjadi bisa diminimalkan sekecil mungkin,” kata Yuni.

Sementara, Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan acara diselengarakan untuk mendorong masyarakat agar ikut memilih di pemilihan Pemilu 2019. Beberapa masyarakat selama ini masih banyak sekali tercatat sebagai Golput.

Baca Juga :  Berdalih Cek Keperawanan, Kebiadaban Pemuda Asal Mondokan Sragen Pemerkosa Sejumlah Siswi SMP Kembali Terungkap. Pelaku Obok Alat Vital Korban Sebelum Diperkosa, Warga Minta Dihukum Seberat-Beratnya
Foto/Wardoyo

Menurutnya acara tersebut sengaja diadakan, pasalnya tidak lama lagi masyarakat akan mendekati tanggal 17 April 2019 hari H untuk pemilu.

“Kegiatan ini berusaha untuk memecahkan dan mendiskusikan bersama disini nanti. Untuk memberikan rekomendasi yang bagus yang nanti disampaikan pada penyelengara pemilu, dalam konteks kepolisian. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan suapaya nanti kedepan tidak muncul permasalahan yang muncul soal pemilihan,” tandasnya. Wardoyo