loading...
Loading...
Ilustrasi minuman dingin. pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyakit asam urat terjadi apabila asam urat dalam darah melebihi batas normal.

Asam urat sendiri merupakan sisa pencernaan zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi.

Hal tersebut diuraikan oleh dr Luki Agustina Damayanti SpPD, dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Surabaya.

“Zat purin sendiri terdapat di setiap bahan makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan,” ucap Luki.

“Batas normal kalau pria 3.4 – 7 mg/dl, sementara wanita 2.4 – 5.7 mg/dl,” jelas Luki.

Penyakit asam urat, Luki menuturkan, dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain konsumsi makanan tinggi purin, faktor keturunan, konsumsi kafein dan alkohol, obesitas atau kegemukan, gangguan pengeluaran asam urat di ginjal, dan resiko tinggi di atas usia 40 tahun.

Baca Juga :  Berapa Gelas Kita Harus Minum Air Putih? Ini Saran dari Ahli

Bagaimana asam urat dapat meningkat?

Luki menuturkan bahwa setiap orang memiliki zat asam surat di dalam darahnya. Normalnya, asam urat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kotoran (faeces dan urine).

“Jika terlalu banyak konsumsi makanan yang mengandung purin atau asam urat, maka ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat sehingga kadarnya meningkat dalam darah,” tutur Luki.

Asam urat yang berlebih, lanjutnya, akan terkumpul pada persendian, sehingga menyebabkan nyeri atau bengkak.

Penyakit asam urat dapat ditandai dengan beberapa gejala. Di antaranya sendi terasa nyeri terutama pada malam dan pagi hari, sendi terasa ngilu bahkan tampak bengkak dan meradang (kemerahan), serta terjadi nyeri sendi berulang kali pada jari kaki dan tangan, tumit, lutut, siku dan pergelangan tangan

Baca Juga :  Cara Aman Konsumsi Obat Agar Tak Turunkan Fungsi Ginjal

Pada kasus yang berat, lanjut Luki, sendi akan mengalami nyeri hebat ketika bergerak.

Bagi para penderita asam urat, Luki menyarankan untuk menghindari makan dengan kadar purin tinggi, alkohol, kafein dan minuman bersoda serta istirahat secara cukup.

“Selain itu perbanyak minum air putih dan olahraga dengan cukup,” tuturnya

Juga, lanjut Luki, mengkonsumsi makanan yang mendandung dan potasium seperti kentang, pisang, alpukat, dan susu.

Baca Juga :  Ini Tips dari Ahli Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

Selain itu juga sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti ingkong rebus, ubi, roti gandum, dan beras merah.

“Serta perbanyak konsumsi sayuran dan buah yang mengandung vitamin c yang tinggi seperti jeruk, strawberry, mangga, sawi putih, sawi hijau, dan tomat,” tutur Luki

www.tribunnews.com


Loading...