loading...

JAKARTA, JOGLOSEMAR NEWS.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) selalu menaikkan tarif cukai rokok sebesar 10 hingga 15 persen setiap tahunnya sejak 2015.

Selain instrumen pengendalian, cukai rokok juga menjadi salah satu sumber pemasukan negara hingga Rp 120,62 triliun pada 2018. Terkait dengan kebijakan itu, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Okky Asokawati sepakat jumlah perokok mesti dikurangi karena menyangkut kesehatan masyarakat.

“Perlu memang intervensi sosial, tapi gak bisa dalam waktu yang singkat,” kata Okky.

Tapi untuk diketahui, kata dia, sistem kesehatan Indonesia saat ini sudah mulai mengeluarkan perokok jadi perlindungan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, menurut Okky, sudah tak lagi menanggung penyakit apapun akibat merokok.

Baca Juga :  DPR Khawatirkan Omnibus Law Bakal Bikin Pemerintah Makin Otoriter

Sedangkan anggota TKN Hasbullah Thabrany mengatakan cukai rokok di Indonesia masih terlalu rendah, sehingga berpotensi makin meningkatkan risiko penyakit akibat rokok. Oleh sebab itu, pemerintah Jokowi mendatang dipastikan akan terus menaikkan cukai rokok tersebut.

Berbeda dengan  kebijakan pemerintah saat ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum memberikan sikap tegas, apakah akan menaikkan atau malah menurunkan cukai rokok.

Selama ini, sejumlah pihak memang menilai cukai rokok merupakan salah satu bentuk pengendalian jumlah perokok di Indonesia.

“Ini complicated (rumit), perokok itu bukan pendosa,” kata anggota BPN, Gamal Albinsaid dalam diskusi bertajuk “akses kesehatan untuk semua” yang diadakan di Kopipahit.id, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (9/3/2019).

Baca Juga :  Demi Konten Medsos, Dosen dan Mahasiswi Ini Pura-pura Baku Hantam, Akhirnya Malah Jadi Tersangka

Gamal hanya menyebut bahwa Prabowo dan Sandiaga bakal lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif dalam mengendalikan jumlah perokok. Tapi, kata Gamal, Prabowo berkomitmen bahwa cukai rokok tetap akan diberlakukan, tidak akan dihilangkan.

www.teras.id