JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Kapolres Sukoharjo : Tak Ada Toleransi Bagi Siapapun yang Ganggu Jalannya Pemilu 2019

Kapolres Sukoharjo memberikan pengarahan di Kecamatan Bulu.
Kapolres Sukoharjo memberikan pengarahan di Kecamatan Bulu.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang akan mengganggu jalannya pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

“Bersama dengan Kodim 0726 Sukoharjo akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi 17 April nanti. Jika ada pihak yang menyabotase atau mengangu jalannya pemilu, akan saya tindak dengan tegas,” kata Kapolres, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, pihaknya juga menyatakan akan menindak setiap pelanggaran yang ada terkait dengan pemilu. Sebab pemilu itu bukan ajang untuk saling terpecah dan ajang untuk menebarkan ketakutan di masyarakat. Karena itu, semau elemen harus memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai hal itu.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

“Pemilu itu adalah pesta demokrasi. Jadi sudah semestinya dalam pesta itu tidak ada ancaman, intimidasi dan hal-hal lainnya. Sehingga setiap warga negara yang sudah mempunyai hal pilih, bebas menentukan siapa calon pemimpinnya,” jelas dia.

Terkait dengan akan segeranya digelar kampanye terbuka atau kampanye akbar, Kapolres meminta agar partai politik juga berperan aktif untuk menciptakan suasana yang sejuk pada konstituennya. Pasalnya dalam masa itu potensi terjadi pelanggaran sangat besar. Di antaranya massa yang melakukan pawai di jalan dengan kendaraan yang knalpotnya diblong, tidak menggunakan helm dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

Di situlah peran pimpinan partai atau satgas untuk mendinginkan suasana. Sehingga tidak sampai terjadi gesekan, keributan yang mengganggu kepentingan masyarakat lainnya. Terlebih jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, jumlah aparat baik itu polisi atu TNI di Sukoharjo ini sangat terbatas. Karena itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk mengamankan pemilu.

“Semua akan kami lakukan dengan segala risiko yang ada. Karena pesta demokrasi harus berlajan dengan lancar aman dan tertib,” tegas dia. Aris Arianto