JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Persawahan Toyogo Sambungmacan. Istrinya Langsung Histeris Saat Pangku Jenasah Korban 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di Desa Toyogo, Sambungmacan digegerkan dengan penemuan mayat di persawahan setempat Kamis (14/3/2019). Mayat yang diketahui merupakan warga setempat itu ditemukan tak bernyawa di tengah areal persawahan.

Mayat pria paruh baya itu diketahui bernama Suroso (50) warga Dukuh Sidomulyo RT 23, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Korban ditemukan tergeletak di persawahan Blok Klampis, Desa Toyogo,Sambungmacan, Sragen.

Data yang dihimpun, penemuan mayat diketahui pukul 03.00 WIB. Menurut keterangan istri korban, Parni, kepada petugas, korban sebelumnya pamit pergi kesawah sekitar pukul 01.00 WIB untuk menyiapkan bibit padi yang akan ditanam atau istilah jawabnya ndaut.

Baca Juga :  Geger Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Persawahan Desa Jurangjero Karangmalang Sragen. Saat Ditemukan Dalam Kondisi Begini!

Sekitar pukul 03.30 WIB, istri korban menyusul ke sawah. Namun sesampai di sawah ia kaget mendapati suaminya tak nampak.

Ia langsung histeris melihat suaminya sudah terbujur kaku dalam posisi telungkup di areal persawahan. Seketika, teriakannya mengundang beberapa warga yang pagi itu sudah di sawah.

Meski sempat dipangku dan coba ditangani di sawah, namun nyawa petani itu tak tertolong lagi. Selanjutnya, jenasah korban langsung dievakuasi kr rumahnya.

Baca Juga :  Ustadznya Positif Covid-19, Ponpes El Nusa Shobo Guno di Tangkil Sragen Langsung Dilockdown Total. Pemdes dan Warga Langsung Berempati Gelar Penyemprotan Desinfektan

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sambungmacan, AKP Joko Widodo mengatakan dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. Diduga kuat korban mendadak meninggal karena sakit epilepsinya kambuh.

“Menurut keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan diduga pada saat disawah epilepsi yg diderita korban kambuh,” tukas Kapolsek. Wardoyo