JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Mencoba Kabur, Driver Taksi Online Gadungan Ini Dihajar Kakinya dengan Timah Panas

ilustrasi taksi online, pexels-
ilustrasi taksi online, pexels-

JAKARTA, Joglosemarnews.co – Menyaru  sebagai driver online gadungan dan mencoba memeras penumpangnya, NZ (25) akhirnya ditembak kakinya oleh petugas kepolisian Polda Metro Jaya setelah mencoba kabur.

Saat itu, NZ  tengah melakukan pencurian dengan kekerasan kepada penumpangnya.

“Karena berusaha kabur dan membahayakan, dilakukan tindakan tegas dan terukur dan mengenai kaki pelaku,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono,  Senin (18/3/2019).

Argo mengatakan saat itu pelaku hendak melarikan diri dengan mengarahkan mobilnya ke polisi  yang tengah menutup pergerakan pelaku dengan sepeda motor. Saat ini NZ masih dalam perawatan di RS Sukanto.

Baca Juga :  Ini 9 Langkah Antisipasi LIPI Soal Pilkada di Tengah Pandemi Corona

Argo mengatakan kasus itu bermula dari tindakan pencurian yang dilakukan oleh NZ yang menggunakan akun taksi online Grab milik temannya mengantarkan  seorang perempuan GK dari Kemang ke Bekasi pada Jumat (15/3/2019).

Dalam perjalanan selepas keluar jalan tol Jatiwarna Bekasi, lanjut Argo, pelaku tiba-tiba mengeluarkan pisau cutter dan mengancam korban dengan meminta uang dan barang milik korban.

Namun kata Argo, karena korban menolak, pelaku pun mengarahkan pisau cutter tersebut ke wajah tangan dan paha korban hingga menyebabkan luka.

Baca Juga :  Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Sepakat Gelar Sejumlah Aksi, Mulai dari Unjuk Rasa Setiap Hari hingga Mogok Nasional Tiga Hari

“Karena menolak pelaku pun melukai korban,” ujarnya.

Argo melanjutkan, korban menyerahkan sebuah ponsel genggam dan uang Rp 104.000. Namun pelaku kemudian mengancam korban untuk mengambil uang dari ATM  milik korban. Karena takut setelah dilukai korban menuruti permintaan tersebut dan mengambil uang Rp 4.400.000.

Argo mengatakan setelah itu dengan kondisi yang masih terluka korban dibawa dan diturunkan sopir taksi online gadungan itu di Rumah Sakit Pondok Kopi, kemudian dia pun kabur melarikan diri.

“Setelah itu korban langsung melapor ke polisi,” ujarnya. 

www.tempo.co