JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Muntah Darah, Seorang WNA Philipina Ditemukan Tewas di Atas Kapal di Semarang

Foto/Humas Polda
Foto/Humas Polda

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas mendadak dikejurkan dengan laporan dari agen kapal dari PT. Serasi Shiping Semarang terkait orang meninggal dunia karena sakit di atas MV GL Kahiou berbendera Panama.

Kapal tersebut diketahui sandar di tengah laut Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dalam perjalananya dari Australia menuju Vietnam, (24/03/19).

Kapal MV. GL Kaihou diketahui berangkat dari Fremantle Australi menuju ke Haiphong Vietnam dengan memuat sapi pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2019 pukul 04.00 WIB.

Sedangkan korban yang bernama Alinday (47) WNA Filipina awalnya mengeluh mual muntah dan tidak dapat berdiri untuk waktu yang lama karena merasa pusing dan lemah.

Baca Juga :  Pandemi Picu Para Pemuda Karang Taruna Ini Program-program Simpatik

Kemudian pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 pukul 03.25 WIB, saksi memeriksa kondisi korban. Namun ternyata korban sudah tidak bernafas. Memeriksa tanda vitalnya dan mereka mengamati bahwa tidak ada lagi denyut nadi yang terasa dan tidak ada lagi napas saat penilaian.

Kepala petugas pergi ke jembatan untuk memberi tahu Kapten kapal. Kapten dan saksi serta kru lainnya melihat jasad korban dan memeriksa kondisi korban dan menyatakan benar telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Dijebak Lewat Aplikasi Perjodohan, Seorang Gadis asal Banyumas Diajak Ketemuan, Jalan-Jalan ke Swalayan dan Dibawa ke Hotel. Lalu Ini Yang Kemudian Terjadi!

Selanjutnya menghubungi agen kapal yang berada di Semarang karena jarak terdekat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengurus segala sesuatunya.

Dilansir Tribratanews Polda Jateng, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas mengatakan bahwa korban meninggal karena sakit dan muntah darah. Korban mengalami pendarahan pada lubang hidung, telinga dan dubur sejak dua hari sebelum meninggal.

Diperkirakan meninggal pada hari Sabtu 23 Maret 2019 jam 03.25 wib. Menurut rencana jenazah akan dilakukan pengiriman melalui pesawat untuk diterbangkan ke Filipina. Wardoyo