loading...
pilpres
Ilustrasi

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Kelompok swing voter dan undecided yang jumlahnyaq sekitar 24,1 persen, bakal tersebar ke Prabowo 12, 8 persen dan  11,3 ke Jokowi.

Namun demikian, secara total elektabilitas Jokowi masih tetap unggul sebesar 57,9 persen. Hal itu merupakan hasil survei  lembaga Indikator Politik Indonesia.

“Diperkirakan kelompok swing dan undecided voters akan terdistribusi relatif merata kepada kedua pasangan calon,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019).

Loading...
Baca Juga :  Arus Dukungan untuk Airlangga Menguat dari Mayoritas DPD I, Peluang Aklamasi

Namun, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator, kelompok swing dan undecided voters ini lebih banyak akan tertarik memilih pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Sebanyak 12,8 persen responden diprediksi akan tertarik mendukung pasangan nomor urut 02 tersebut. Sementara suara ke pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, diprediksi menarik 11,3 persen dari kelompok swing dan undecided.

Kendati demikian, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin tetap ungul meski Prabowo-Sandi lebih potensial meraup suara swing dan undecided voters. Setelah suara swing dan undecided voters dihitung, pasangan Jokowi-Ma’ruf Aming masih tetap unggul dengan suara 57,9 persen.

Baca Juga :  Pelaku Bom Kenakan Jaket Ojok, Ini Respon Gojek

“Total elektabilitas masing-masing paslon setelah swing dan undecided diprediksi pilihannya: Jokowi-Maaruf  57,9 persen, Prabowo-Sandi 42,1 persen,” ujarnya.

Adapun, variabel yang menentukan kelompok swing dan undecided voters ini memilih salah satunya ialah tawaran program dari masing-masing paslon di hari-hari terakhir pencoblosan. Ada juga yang dipengaruhi politik uang.

Baca Juga :  Didatangi Tokoh Koalisi Masyarakat Sipil Soal Perpu KPK, Mahfud Md: Posisi Saya Dilematis

“Ada banyak variabel. Umumnya variasi alasannya ada yang menunggu hingga detik akhir untuk mengecek program yang ditawarkan, misalnya pada sesi debat terakhir. Ada juga yang menunggu politik uang,” katanya.

Survei tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden. Pengambilan data survei dilakukan pada 22-29 Maret 2019. Margin of error dalam survei sebesar plus-munus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. #tempo..co

Loading...