JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Angkatan Kerja Wonogiri Bertambah 10 Ribu Pertahun

Wabup Edy Santosa (membelakangi kamera) berbincang dengan salah satu pegawai perusahaan peserta job fair di GOR Girimandala Wonogiri.
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

Lowongan wonogiri
Wabup Edy Santosa (membelakangi kamera) berbincang dengan salah satu pegawai perusahaan peserta job fair di GOR Girimandala Wonogiri.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Angkatan kerja Wonogiri setiap tahunnya bertambah sebesar 10000-an orang. Teritama saat musim lulusan sekolah tiba. Sementara Pemkab Wonogiri berusaha terus menekan angka pengangguran.

“Pengentasan pengangguran merupakan tugas yang penting dan menjadi tanggungjawab kita,” ungkap Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, Selasa (30/4/2019).

Diakui Wabup, kenyataan ini merupakan tantangan besar untuk dapat diselesaikan pemerintah. Sehingga pemkab membuka luas bagi investor untuk mengembangkan usahanya, dengan harapan dapat menyerap banyak tenaga kerja yang ada.

Baca Juga :  Biar Ga Jadi Wong Sepele, Simak Gaes Seputar Debat Publik Paslon Bupati Wakil Bupati Wonogiri 2020 di Hotel Best Western Solobaru Sukoharjo, Lengkap Mulai Harapan Tim Pemenangan Hingga Soal Keamanan

Kepala Dinas Tenaga Kerja Wonogiri, Ristanti mengatakan, setiap tahun pengangguran bertambah sekitar 10ribuan orang. Penambahan tersebut terjadi paling banyak lantaran adanya lulusan SMA/K. Tepatnya ketika musim lulusan tiba.

“Tantangan pasar kerja semakin berat terlebih dengan globalisasi MEA sehingga dibutuhkan kesiapan para pencari kerja dengan ketrampilan dan keahlian untuk dapat menembus arus bebas tenaga kerja,” jelas dia.

Diakui dia upaya menekan angka pengangguran tidak bisa hanya bergantung pada lowongan di perusahaan di Wonogiri. Dinas lanjut dia sudah melaksanakan sejumlah langkah. Seperti penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja online, informasi pasar kerja, maupun job fair.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap Alasan Polres Wonogiri Raih Juara 1 Gelar Operasional 2020, Endingnya Diganjar ini dari Polda

Selain itu, menghadapi MEA, dinas menyiapkan program, pelatihan dan revitalisasi balai latihan kerja (BLK). Dibeberkannya, dinas menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi untuk pengangguran usia 18-35 tahun plus uji kompetensi yang bersertifikat Badan Nasional Standar Profesi (BSNP). Ada pula pelatihan bagi pengangguran diatas 35 tahun dengan pendampingan praktisi UMKM. Aris Arianto