JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Briptu Adit Jadi Korban Meninggal Ketujuh di Kabupaten Sragen Sejak Januari hingga April Tahun 2019 

Foto kenangan almarhum Briptu Adit. Foto/Istimewa
Foto kenangan almarhum Briptu Adit. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kematian Briptu Adit (23), personel Satuan Intelkam Polres Sragen yang terdiagnosa terserang demam berdarah (DB), menambah panjang daftar korban meninggal akibat DB di Sragen.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Briptu Adit menjadi korban meninggal ketujuh selama empat bulan sejak kurun Januari-April 2019.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto mengungkapkan hasil pelacakan ke rumah sakit tempat almarhum sempat dirawat, memang mendapati Briptu Adit meninggal dengan diagnose mengarah DB.

Baca Juga :  Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Demam Berdarah dengan Demam Biasa

Almarhum sempat mengalami dengue shock syndrom (DSS) sebelum kemudian mengembuskan nafas terakhir pada Selasa (9/4/2019) malam.

“Dari dokter yang memeriksa diagnosenya DSS. Saat pertama kali masuknada keluhan panas, diare dan sakit perut. Sempat dirawat empat hari,” papar Hargiyanto ditemui Kamis (11/4/2019).

Hargiyanto menguraikan berdasarkan catatan di DKK, Briptu Adit merupakan korban meninggal pertama akibat DB di bulan April. Sementara jika diakumulasi sejak awal tahun bulan Januari 2019, personel Intelkam asal Dukuh Bulakrejo, Blimbing, Sambirejo itu menjadi korban ketujuh meninggal Akibat DB.

Baca Juga :  Miris, 23 SMP Negeri di Sragen Kekurangan Siswa. Ada 5 Berlabel SMPN Nomor 1

Sebelumnya, hingga Maret 2019, korban meninggal akibat DB sudah mencapai enam orang. Hargiyanto menyebut korban terakhir sebelumnya dari Gemolong.

Terkait fakta itu, pihaknya kembali menekankan dan mengimbau agar masyarakat senantiasa menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara menyeluruh yakni menutup, menguras dan mengubur tempat-tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua