loading...
Sate pembawa petaka. Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Soal kasus keracunan makanan secara massal yang menimpa puluhan santri Ponpes Roudhotul Ullum Desa Karangtanjung Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, Polres Kebumen masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan yang dibawa ke Balai Pom Semarang.

Setelah banyaknya korban yang keracunan akibat mengkonsumsi nasi kotak, sampel makanan pun akhirnya dikirimkan oleh Dinkes Kebumen ke BPOM Semarang. Sampel dikirim untuk mengetahui makanan mana yang menyebabkan korban merasa pusing, mual, dan diare tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Karyawan Matahari, Gardena dan Trio Plaza Magelang Mendadak Dirapid Test Covid-19. Kapolres Imbau Jika Ada yang Positif Tak Perlu Panik

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Polres Kebumen, sejumlah korban keracunan sudah bisa dipulangkan, setelah mendapatkan perawatan medis.

“Informasi yang kami terima dari Kapolsek Kebumen AKP Hari Harjanto, sebagian korban sudah bisa dipulangkan. Namun kami belum tahu secara pasti berapa korban yang telah pulang,” jelas AKP Suparno dilansir Tribratanews Polda Jateng, Kamis (03/04/2019).

Sebelumnya, 55 santri dari Ponpes Roudhotul Ullum dan anak Panti Nurul Barokah keracunan setelah mengkonsumsi Sate dan Gulai Kambing yang dibagikan oleh Panti Nurul Barokah.

Baca Juga :  Ngeyel Tak Pakai Masker, Penumpang Metro Mini Kena Semprot Anggota Polisi di Cimangu

Akibatnya 48 Santri Roudhotul Ullum dilarikan ke RSUD Kebumen dan 7 anak Panti Nurul Barokah dibawa ke Klinik Siti Khodijah Kebumen mendapatkan perawatan medis.

Pihak Panti Nurul Barokah, Fatahudin telah membeli 300 bungkus kotak nasi di salah satu warung sate di daerah Kelurahan Panjer Kebumen kepada santri Ponpes Roudhotul Ullum.

Nasi kotak tersebut ia bagikan kepada para santri dan tetangganya. Setelah menyantap, para santri dan anak Panti keracunan. Wardoyo