loading...
Loading...
Bupati Sragen saat memberikan paparan dalam forum silaturahmi Pemilu. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Sragen menargetkan tingkat partisipasi Pemilu 2019 di Sragen bisa mencapai 80 persen. Namun ia mengajak semua pihak memerangi praktik money politik karena bisa berhadapan dengan hukum dan mencederai demokrasi.

Hal itu terungkap saat digelar Forum Silaturahmi Warga Sukowati dengan tema “Pemilu 2019 Sukses, Cerminan Masyarakat Bumi Sukowati” ke beberapa . Mulai Sragen (02/04), Tangen (04/04), Gemolong (05/04), dan pada putaran terakhir akan dilaksanakan di Kawedanan Gondang (08/04/2019) tadi pagi.

Forum moderatori oleh Sekda Sragen, Tatag Prabawanto dengan pengisi materi yang disampaikan dari beberapa narasumber diantaranya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Dandim 0725 Sragen Letkol Kav. Luluk Setyono, Ketua KPU Minarso, Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budi Prasetya, dan Wakapolres Sragen Kompol Saprodin.

Turut hadir dalam acara ini, Muspika Kecamatan setempat, kades/lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Toga, Toda, Tomas, Parpol, PPK, PPS, KPPS, dan tokoh agama, masyarakat setempat, panwascam, serta tokoh pemuda.

Sekda Tatag Prabawanto menjelaskan kegiatan silaturahmi ini sebagai momentum untuk meningkatkan koordinasi kolaborasi dan Sinergi semua unsur terlibat dalam mensukseskan tahapan Pemilu 2019.

Baca Juga :  Tiga Korban Kecelakaan Maut Truk Kontes Masuk Jurang di Tangen Sudah Dipulangkan. Beredar Kabar Sopir Mabuk, Begini Analisa Polisi! 

“Karena merupakan cerminan dan watak untuk Bumi Sukowati,” jelasnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati memaparkan pentingnya kegiatan silaturahmi menjelang pemilu 2019.

“Terus kita dengungkan agar warga mengetahui pentingnya pemilu 2019 sekaligus menyatukan persepsi bahwa pemilu 2019 sukses merupakan cerminan warga sukowati,” pungkasnya.

Bupati berharap para tokoh masyarakat terus mensosialisasikan kepada warganya agar berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April 2019 dan menginginkan di pemilu tahun ini persentase kehadiran pemilih mencapai 80%.

Hal tersebut dikarenakan tingkat kehadiran pemilih saat pemilu baik pilkada maupun pilgub mengalami penurunan.

“Pemilu tahun 2004 yang menggunakan hak suaranya mencapai 80 persen itu partisipasi yang luar biasa namun dalam pelaksanan pilkada semakin kesini ada penurunan” jelas Bupati.

“Kenapa pemilih ada penurunan karena banyak faktor yang menyebabkan karena suhu politik pemilu yang meningkat,” imbuh Bupati.

Lebih lanjut Bupati berharap kepada seluruh masyarakat untuk bersama – sama perangi black campaign (kampanye hitam) dan money politic (politik uang).

Baca Juga :  Salut, Keluarga Besar SMAN 1 Sragen Dikerahkan Baksos Akbar di Salah Satu Desa Pelosok Yang Dilanda Kekeringan. Ratusan Warga Menyambut Antusias  

“Black campaign adalah kampanye yang penuh fitnah dan kebohongan tentang lawan politik. Kampanye seperti ini dilarang dan bisa dihukum. Karena ada embel-embelnya, nah hal tersebut bisa mencederai birokrasi kita.Mulai hari ini kita perangi yang namanya money poliltic. Mulai hari ini kita perangi dan itu harus dimulai dari diri sendiri,” tutup Bupati.

Ketua KPU Sragen Minarso, menyampaikan partisipasi masyarakat dan peran serta semua pihak selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mensukseskan penyelenggaraan pemilu tahun ini di Bumi Sukowati.

“Marilah kita ajak diri kita, keluarga kita dan orang-orang sekitar kita untuk berpartisipasi aktif memberi kontribusi pada pesta demokrasi dengan menyalurkan hak pilih di TPS pada tanggal 17 April 2019” ajaknya.

Ia mengajak agar tidak golput. Karena suara kita berpengaruh terhadap bangsa dan negara untuk 5 tahun ke depan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budi Prasetya, mengingatkan larangan membantu dan membagikan amplop ataupun sembako kepada pemilih.

Baca Juga :  Produk Kopi Asmara Ciptaan Siswa SMK Citra Medika Sragen Mendadak Ramai Diburu. Apa Istimewanya? 

“Itu akan dihukum selama 3 tahun karena sudah ada undang-undangnya. Hindari dalam memilih dengan berpatokan menggunakan money politic karena akan menghancurkan bangsa kita sendiri,” pesannya.

Sementara Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto menekankan bahwa keberagaman menjadi sumber persatuan dan kesatuan bangsa.

Jangan sampai keberagaman kita ini dipecah belah karena beda pilihan.Utamakan kepentingan kelompok dari pada kepentingan pribadi untuk membagun NKRI yang dimulai dari pola pikir dan budi pekerti bangsa sebagi dasar kita,” pesan Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto.

Mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Wakapolres Sragen Kompol Saprodin menegaskan keamanan dan kenyamanan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen dan lapisan masyarakat.

“Tugas polisi pada pemilu ini memberikan pengayoman perlindungan dan melayani masyarakat,” pungkasnya.

Di Kabupaten Sragen sendiri jumlah pam TPS 580 dalam kekuatan personil semua akan terlibat untuk kelancaran Pemilu 2019. Wardoyo

 

 

Loading...