loading...
Loading...
Ilustrasi Siswa SD

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Runtuhnya Jembatan Gilirejo Baru, Miri berdampak buruk terhadap mobilitas warga. Tak hanya itu, ratusan siswa SD dan SMP terpaksa harus memutar sejauh 6 kilometer untuk menuju ke sekolah mereka akibat satu-satunya akses jembatan ambrol.

Jembatan putus itu menjadi mimpi buruk bagi ratusan siswa  di SDN Gilirejo 4 dan SMPN 3 Satu Atap Sragen.

Mereka kalau berangkat sekolah harus memutar jalur sejauh 6 kilometer.  Itu pun mereka harus memutar melewati daerah lain yakni Kecamatan Kemusu, Boyolali.

“Memang jembatan ini jadi jalur utama para siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah,” terang Kepala Dusun (Kadus) 1 Desa Gilirejo Baru Juyanto, Minggu (14/4/2019).

Selain mengganggu aktivitas berangkat sekolah siswa, jembatan putus ini juga berdampak pada aktivitas para petani. Sebab mereka juga harus memutar melalui jalur lain jika berangkat ke sawah.

Baca Juga :  Tambang Capjikie Gondang Cokot Nama Bandar Besar Aan. Bagaimana Reaksi Polres Sragen?

“Ya ini warga yang pulang dari sawah kesulitan karena jalan nggak bisa dilalui. Apalagi anak-anak sekolah mau berangkat harus muter dulu melintasi Dusun Kedungrejo Kemusu Boyolali,” jelasnya.

Selama ini jalan tersebut menjadi jalur utama bagi warga di dua dusun tersebut. Pasalnya, terdapat anak-anak yang sekolah di SDN Gilirejo 4 dan SMPN 3 Satu Atap Sragen. Setiap harinya mereka melintasi jalur jembatan tersebut.

“Harapan kami dan warga, semoga pemerintah segera menindaklanjuti kejadian ini. Karena anak-anak sekolah dan perputaran ekonomi warga tergantung dengan jalur tersebut. Yang jelas ini nanti ekonomi warga terganggu akibat putusnya jembatan ini,” tuturnya.

Sementara itu, mendapat laporan peristiwa ini, anggota Polsek Miri dan anggota TNI Koramil Miri serta Camat Miri sudah mendatangi lokasi jembatan ambles di Desa Gilirejo Baru.

Baca Juga :  Innalillahi, Nenek 54 Tahun di Mondokan Sragen Nekat Bunuh Diri. Ditemukan Nggantung di Ruang Salat

Terpisah, Kabid Bina Marga DPU PR Sragen, Albert Pramono Susanto menyampaikan pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi jembatan yang ambles dan terputus tersebut.

“Kami akan cek dulu apakah jembatan itu tersebut apakah masuk proyek kabupaten atau tidak. Kalau masuk kabupaten menjadi proyek DPUPR, tapi kalau desa kami menyarankan dianggarkan dari APBDes,” paparnya. Wardoyo

 

Loading...