loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – PT PLN menyatakan menghormati hukum atas penetapan tersangka kasus suap terhadap Direktur Utama  mereka, Sofyan Basir oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan itu diungkapkan secara tertulis oleh  Senior Vice President Hukum Korporat PLN Dedeng Hidayat.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di KPK  dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” ujar Dedeng, Selasa (23/4/2019).

Baca Juga :  PKS Buka Kemungkinan Usung Anies di Pilpres 2024

Dedeng memastikan, perusahaan, termasuk jajaran pemimpin akan menyerahkan seluruh proses hukum kepada KPK.

Ia meyakini, dalam penyelesaian dugaan kasus hukum, KPK akan mengutamakan sikap profesional dan proporsional.

Pasca-peristiwa penetapan bos perusahaan setrum negara itu menjadi tersangka, PLN menjamin pelayanan perusahaan terhadap masyarakat tidak bakal terganggu.

“PLN menjamin bahwa pelayanan terhadap masyarakat akan berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Baca Juga :  Warga Sekitar Gunung Lemongan, Lumajang Heboh oleh Ledakan dan Gempa

 

KPK menyangka Sofyan turut membantu Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eni Maulani menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Perkara itu berkaitan dengan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, orang pertama di perusahaan pelat merah yang berkecimpung di bidang listrik ini disinyalir menerima hadiah yang sama besar dengan yang diterima Eni Saragih.

Baca Juga :  Pendiri NasDem: Partai Ini Telah Melenceng dari Tujuan Awal

“SFB diduga mendapatkan janji atau hadiah yang sama besar dengan jatah Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham,” kata Saut di kantor KPK.

Atas kasus tersebut, Dedeng menyatakan keprihatinannya. Ia mengatakan, jajaran pimpinan dan manajemen PLN akan bersikap kooperatif terhadap KPK apabila lembaga tersebut sewaktu-waktu memerlukan bantuan dalam upaya pengusutan yang menjerat Sofyan Basir.

www.teras.id

Loading...