loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Penambahan kuota haji saat Joko Widodo (Jokowi) umroh justru dicurigai bersifat politis.

Tuduhan itu dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurut Fahri, Jokowi sebaiknya niat ibadah saja, saat pergi umroh.

“Saya berharap pak Jokowi itu umroh dalam minggu tenang, ya niatkan niat ibadah dulu,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bakal Umumkan Kabinet Kerja Jilid II Hari Ini

Pasalnya, menurut Fahri, Allah maha melihat dan maha pembaca niatan seseorang. Sebagai petahana, menurut Fahri, Jokowi harusnya menahan diri dari kampanye.

“Sebab Allah maha pembaca niat jangan rusak niat. Orang yang niatnya rusak akan terungkap niatnya itu. Mohon maaf ya, dia petahana, dia nahan diri hal-hal yang mengandung kampanye yang berlebihan, karena dia itu calonnya harusnya dia ibadah ke tanah suci dengan niat ikhlas saya tahu itu inilah soal sederhana itu,” katanya.

Baca Juga :  Tragis, Pasutri Tewas Digigit Ular Tinggalkan 4 Orang Anak

Fahri mengatakan, penambahan kuota haji merupakan hasil kerja keras banyak pihak. Oleh karena itu jangan jadikan ibadah umroh sebagai kegiatan politis.

“Kenapa sekarang umumkan dulu dong sebagai prestasi. Ini udah kerja banyak orang saya tahu lah ini permainan. Udah lah niatkan hati niat kan secara ikhlas jangan berpolitik berlebihan menggunakan tanah suci jangan lah bahaya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bakal Umumkan Susunan Kabinet Kerja Jilid II Pagi Ini

www.tribunnews.com

Loading...