loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Penambahan kuota haji saat Joko Widodo (Jokowi) umroh justru dicurigai bersifat politis.

Tuduhan itu dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurut Fahri, Jokowi sebaiknya niat ibadah saja, saat pergi umroh.

“Saya berharap pak Jokowi itu umroh dalam minggu tenang, ya niatkan niat ibadah dulu,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Baca Juga :  Hadapi Gugatan Pilpres di MK, Kubu Jokowi Terjunkan 33 Kuasa Hukum

Pasalnya, menurut Fahri, Allah maha melihat dan maha pembaca niatan seseorang. Sebagai petahana, menurut Fahri, Jokowi harusnya menahan diri dari kampanye.

“Sebab Allah maha pembaca niat jangan rusak niat. Orang yang niatnya rusak akan terungkap niatnya itu. Mohon maaf ya, dia petahana, dia nahan diri hal-hal yang mengandung kampanye yang berlebihan, karena dia itu calonnya harusnya dia ibadah ke tanah suci dengan niat ikhlas saya tahu itu inilah soal sederhana itu,” katanya.

Baca Juga :  Polri Bantah Tudingan Kubu Prabowo bahwa  Pihaknya Tak Netral dalam Pemilu

Fahri mengatakan, penambahan kuota haji merupakan hasil kerja keras banyak pihak. Oleh karena itu jangan jadikan ibadah umroh sebagai kegiatan politis.

“Kenapa sekarang umumkan dulu dong sebagai prestasi. Ini udah kerja banyak orang saya tahu lah ini permainan. Udah lah niatkan hati niat kan secara ikhlas jangan berpolitik berlebihan menggunakan tanah suci jangan lah bahaya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Yusril Ihza Mahendra dkk Siap Patahkan Gugatan Kubu Prabowo-Sandiaga

www.tribunnews.com

Loading...