loading...
Loading...

BEKASI, Joglosemarnews.com – Gara-gara menggasak uang perusahaan melalui transaksi elektronik kartu debit senilai Rp 177 juta lebih, Arlyandi Indra Pratama (22) dilaporkan ke Polisi.

Arlyandi adalah karyawan minimarket Alfamart. Modus yang digunakan, uang dari pelanggan dialirkan ke uang elektronik di berbagai e-commerce miliknya.

Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, kasus itu terungkap setelah PT Sumber Alfaria Trijaya, pemilik gerai Alfamart di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medansatria, membuat laporan polisi kehilangan uang transaksi penjualan senilai Rp 177 juta lebih.

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus dan Geledah Rumah Suyono Warga Cilacap, 5 HP, Buku dan Laptop Diamankan

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami menetapkan AIP yang merupakan kasir sebagai tersangka,” kata Erna di Bekasi, Minggu (21/4/2019).

Menurut Erna, modus operandi yang digunakan tersangka yaitu memanipulasi data transaksi debit fiktif BCA. Ia mengatakan, link dari komputer kasir disambungkan ke akun pribadi sejumlah e-commerce miliknya seperti JDID, Over, Bukalapak, Donewalet.

“Uang transaksi dimasukkan ke saldo tersangka sehingga saldo tersangka selalu penuh,” kata dia.

Saldo itu lalu dicairkan dalam bentuk uang untuk kepentingan pribadi mulai dari berfoya-foya, membeli kaus, mesin cuci, dan lainnya.

Baca Juga :  Rapat Perdana Menhan Prabowo dengan DPR Hujan Interupsi, Prabowo Enggan Terbuka Soal Anggaran

Adapun total kerugian perusahaan yang mengelola retail itu Rp 177.876.800.

“Tersangka sudah ditahan oleh penyidik,” kata dia.

Dalam perkara manipulasi transaksi di Alfamart di Bekasi itu, tersangka dijerat dengan pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Barang bukti disita sejumlah dokumen transaksi, perangkat komputer, hasil penjualan, kaus, hingga mesin cuci.

www.teras.id

Loading...