loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz menargetkan akan menyelesaikan daftar pemilih tetap (DPT) yang dipermasalahkan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi akan dirampungkan pada minggu ini.

“Insya Allah minggu ini rampung. Memang waktu kita terbatas. Target kami akhir pekan ini sudah selesai. Kami akan jawab secera menyeluruh dokumen yang disampaikan BPN 02 ke KPU,” kata Viryan kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin, (1/4/2019).

Viryan Aziz mengaku KPU telah mengecek seluruh DPT bermasalah di sejumlah TPS. Dari hasil pengecekan tersebut KPU menilai tak ada masalah. Sejumlah DPT yang dipermasalahkan oleh BPN Prabowo – Sandi, kata dia, sudah terkonfirmasi sebagai pemilih tetap yang sah.

Baca Juga :  Ini Kata-kata Mutiara HUT RI ke-74, Cocok untuk Status dan Dikirim via Whatsapp

“Temuan sekarang yang sudah masuk memang ada sejumlah pemilih yang terkonstrasi KTP-nya benar, cuman tanggal dan bulan lahirnya seperti itu. Artinya orangnya ada. Tidak ada masalah,” papar dia.

Viryan menuturkan untuk menindaklanjuti laporan BPN Prabowo – Sandi, KPU telah mendata 2.062 TPS yang memilki DPT dengan tanggal dan bulan lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari. “Hasil identifikasi di lima provinisi yaitu Jabar, Jatim, Jateng, Yogyakarta, dan Banten, itu totalnya ada 2062 TPS yang ada pemilih dengan tiga kelompok tanggal dan bulan lahir terkonsentrasi,” katanya.

Baca Juga :  Kapolri: Aksi Penyerangan Aparat Polsek Wonokromo Radikalisme Tunggal

Dengan demikian, Viryan memastikan KPU tidak akan menghapus 17,5 juta DPT yang dituding kubu Prabowo – Sandi invalid, seperti yang diminta BPN. Karena, berdasarkan pengecekan KPU, sejumlah DPT yang dipermasalahkan BPN hanya bermasalah pada ketepatan tanggal dan bulan lahir. “Di TPS yang diduga janggal itu orangnya bener ada. Masak mau dibersihin? Melanggar hukum nanti kita,” katanya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi, Amien Rais, dan sejumlah jajaran BPN mempersoalkan DPT Pemilu 2019 yang dianggap bermasalah. Mulai dari adanya pemilih bertanggal lahir sama hingga invalid.

Baca Juga :  Tiga Orang Polisi Terbakar Saat Amankan Demo di Cianjur, Seorang Luka Bakar 80 Persen, Pelaku Diduga Sengaja Menyiram Korban dengan BBM

BPN Prabowo – Sandi pun sempat menyambangi kantor KPU untuk melaporkan temuan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari. BPN juga menyatakan menemukan ada sekitar 304.782 DPT berusia di atas 90 tahun, 20.475 DPT berusia di bawah 17 tahun, Kartu Keluarga manipulatif sebanyak 41.555, data invalid sebanyak 18.832.149, dan data ganda sebanyak 6.169.895.

Amien mengklaim tak ingin persoalan DPT ini berlarut. Dia pun meminta KPU menghapus data-data pemilih yang bermasalah ini. “Saya tidak ingin melihat bangsa ini terguncang gara-gara ada sebuah lembaga yang membusukkan dirinya itu kemudian menyodorkan sebuah DPT abal-abal,” ucapnya.

www.tempo.co

Iklan
Loading...