loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Selain menarik seluruh kadernya dari BPN Prabowo, Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan pada para kader partainya untuk tak terlibat dalam kegiatan inkonstitusional selepas Pemilu.

Surat instruksi itu diedarkan melalui grup perpesanan pada Kamis (18/4/2019) petang.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan membenarkan adanya surat dari pimpinan partai yang tersiar berantai di grup perpesanan tersebut.

“Ya (surat dari SBY),” kata Syarief saat dihubungi pada Kamis petang.

Menurut Syarief, layang tersebut ditulis SBY yang saat ini tengah berada di Singapura.

Dalam salinan pesan imbauan yang diterima Tempo, SBY meminta para politikus Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan undang-undang.

SBY juga meminta pengurus DPP Demokrat dan kadernya menghindari aktivitas yang tidak segaris dengan napas partai.

Baca Juga :  Mahasiswa Tewas Setelah Dibacok di Lingkungan Kampusnya

Imbauan Presiden RI periode 2004-2014 ini muncul setelah ramai adanya seruan kelompok pendukung Prabowo yang berencana melakukan people power.

Wacana people power menguat seusai hasil quick count sejumlah lembaga survei menyatakan Joko Widodo atau Jokowi memenangkan kontestasi Pilpres kemarin.

Melalui surat tersebut, SBY juga menginstruksikan para elite Demokrat untuk terus memantau perkembangan situasi politik yang memanas selepas Pemilu.

SBY mengatakan kondisi Tanah Air pasca-Pemilu menunjukkan ketegangan. Tensi yang meninggi dapat berpotensi berkembang membahayakan situasi politik dan keamanan negara.

Di akhir suratnya, SBY meminta pengurus dan kader partai segera melapor kepadanya bila keadaan tidak kondusif.

Baca Juga :  Lowongan CPNS 2019, Basarnas Buka 391 Formasi, Tersedia untuk Lulusan SMA D3 dan S1, Ini Rincian Lengkapnya

“Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama,” ucap SBY.

Dalam surat terpisah, SBY meminta politikus Demokrat yang berdinas di Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga untuk menghentikan tugas sementara di markas koalisi.

Elite Demokrat diperintahkan untuk berkonsolidasi terkait situasi terkini.

Surat tersebut tertuju kepada Syarief Hasan, Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Anggota Dewan Kehormatan serta Pembina Partai Demokrat.

Namun setelah surat beredar, Syarief mengaku elite belum menggelar rapat internal.

“Tidak ada rapat. Saya di dapil,” ucapnya.

www.tempo.co

Loading...