loading...
Loading...

YOGYAKARTA, Joglosemarnews.com – Keberadaan objek wisata mestinya membawa perbaikan kondisi ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku,  dulu sempat heran dengan kondisi perekonomian warga desa di sekeliling Candi Borobudur yang tak sejahtera.

Keheranan itu terjadi ketika Rini menyambangi Borobudur beberapa waktu silam, untuk merumuskan program pemberdayaan wisata bersama jajaran BUMN di bawah kementeriannya.

“Saat itu saya berpikir, ‘Kok lucu ya, Borobudur sudah ada ratusan tahun ada di sini, tapi kok desa desa di sekelilingnya nggak ada yang sejahtera'” ujar Rini di sela meresmikan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Sambirejo yang berada di kawasan obyek wisata Tebing Breksi Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, Sabtu (27/4/2019).

Rini pun menduga ada yang tak beres sehingga terjadi ketimpangan antara Borobudur yang selama ini identik dengan candi megah dengan kunjungan jutaan wisatawan tiap tahun itu dengan desa sekitarnya.

Baca Juga :  120 Mobil VW Tampil di Jogja VW Festival 2019, Termasuk dari Jepang dan Belgia

Akhirnya, saat itu dibuatkan Balkondes Tuksongo di Desa Tuksongo Magelang Jawa Tengah atau dekat Candi Borobudur yang resmi beroperasi Agustus 2017.

Balkondes Tuksongo Borobudur saat itu dibangun menggunakan dana sosial BUMN untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Balkondes itu ditunjang berbagai fasilitas dan layanan terintegrasi berbasis digital, mulai dari room automation, sistem pemesanan paket wisata berbasis online hingga sistem pembayaran dengan digital cash. Balkondes Tuksongo juga dilengkapi dengan digital signage dan fasilitas smart parking.

Balkondes Tuksongo diproyeksikan menjadi Digital Heritage Village, yakni sebagai kompleks desa wisata yang memadukan teknologi digital dengan keunikan suasana pedesaan dalam berbagai kegiatan budaya, kesenian, UMKM, pendidikan dan agro wisata.

Baca Juga :  Ini Dia Warung Soto yang Lagi Viral ! Makan Soto Sambil Digelitiki Ribuan Ikan

“Lalu pas kami ke sini (Sleman), muncul usulan membuat program seperti di Magelang (Borobudur) itu lalu akhirnya dibuat juga Balkondes di sini (kawasan Tebing Breksi),” ujar Rini.

Rini tak mau kondisi ketimpangan obyek wisata lain dengan wilayah desa sekitarnya berlarut. Apalagi pemerintah memiliki BUMN yang menurut Rini juga bertanggungjawab dalam program pemberdayaan untuk pengentasan kemiskinan.

“Makanya saya selalu tekankan BUMN pengelolaannya harus transparan dan profesional sehingga bisa menciptakan keuntungan untuk kemudian dipakai membantu masyarakat,” ujarnya.

Direktur Utama Telkomsel Riri Adriansyah mengatakan, Balkondes Sambirejo Tebing Breksi ini merupakan kelanjutan program Telkom Group yang sebelumnya telah membangun Balkondes di Tuksongo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sekitar Candi Borobudur.

Baca Juga :  Dianggap Berbuat Asusila, Pak Dukuh Gaten Tirtomulyo Bantul Dituntut Mundur

Balkondes Sambirejo ini dibangun sejak 2018 lalu dengan luas lahan 2.500 meter persegi. Menggunakan arsitektur Jawa, balkondes ini dilengkapi dengan pendopo, showroom, hingga workshop dan homestay. Bahkan, sisi depannya menjadi camping ground sejak awal tahun 2019 lalu.

”Lokasi ini ekosistemnya sudah berjalan, sehingga semuanya langsung beroperasi, kami hanya sebagai katalisator,” ujarnya.

Balkondes ini diproyeksikan menjadi katalisator ekonomi di Tebing Breksi yang produk utama l batik jumputan dan kripik sayur.

Operasional balkomdes ini dikelola oleh BUMdes dan sudah empat bulan berjalan. Setiap bulan omsetnya mencapai Rp 90 juta. Sebagian memanfaatkan balkomdes untuk pertemuan.

“Balkondes ini sudah dilengkapi dengan resto dan kami lengkapi dengan wifi dan indihome,” ujarnya.

www.tempo.co

Loading...