loading...
Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto saat mengecek kondisi Jembatan Plampang di Wonotolo-Plosorejo Gondang yang jebol terputus usai banjir bandang, Sabtu (9/3/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib Jembatan Plampang di Dukuh Keten, Wonotolo, Gondang, Sragen yang ambrol diterjang banjir sebulan silam masih terkatung-katung. Warga terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu atau sesek di atasnya lantaran belum ada tanda-tanda kejelasan dibangun.

Kades Plosorejo, Gondang, Sukamto mengatakan sudah sepekan silam warga bergotong-royong membangun jembatan sesek atau bambu. Hal itu dilakukan untuk akses transportasi darurat.

Baca Juga :  Selamat, Desa Bandung Ngrampal Juara I Lomba Desa Teringrasi Tahun 2020, Desa Puro dan Kecik Juara 2 dan 3. Tapi Tak Ada Yang Bisa Raih Hadiah Rp 1 Miliar!

Jembatan sesek itu dibuat dengan ditumpangkan ke atas badan jembatan lama yang sudah retak dan ambles.

“Sekitar seminggu lalu buatnya. Yang buat warga bergotong royong. Kalau nunggu dibangun, belum tahu kapan. Belum ada tanda-tanda akan dibangun,” ujarnya Kamis (4/4/2019).

Menurutnya dari kabar yang diterima, Pemkab kemungkinan baru akan mengupayakan anggaran pembangunan Jembatan Plampang tahun 2020. Itu pun juga belum ada kepastian berapa anggarannya.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 24 Mei, Tambah Satu Lagi Warga Meninggal Dunia PDP Covid-19. Total 16 Meninggal, 32 Positif, PDP Tambah 1, Pasien Sembuh 50 Orang

“Informasinya baru akan diajukan anggaran 2020,” katanya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Plampang memang sangat vital bagi akses transportasi warga. Sebab jembatan itu menghubungkan antar desa dan kecamatan di Gondang.

Harapannya segera diperbaiki karena itu jembatan vital dan menjadi penghubung utama warga Desa Wonotolo menuju Gondang dan melalui Plosorejo,” timpal Wakil Ketua DPRD asal Gondang, Bambang Widjo Purwanto. Wardoyo