loading...
Tersangka pelaku penembakan di Kantor PA Sragen, Tan Surianto saat dihadirkan di Mapolres Kamis (4/4/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen bakal menerapkan pasal berat untuk pengusaha cengkih nan tajir asal Sambirejo, Sragen, Tan Surianto (48) yang ditetapkan tersangka kasus teror penembakan kantor Pengadilan Agama Sragen.

Pengusaha berwajah keturunan asal Dukuh Somomulyo RT 14, Musuk, Sambirejo, Sragen itu bakal dijerat pasal terorisme dan UU Darurat RI dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan tindakan nekat Tan itu telah menimbulkan teror dan keresahan serta ketakutan. Sehingga, tersangka bakal dijerat dengan pasal 6 UU RI No 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme atau UU RI No 15/2003.

Baca Juga :  Kesaksian Pasien Positif Covid-19 dari Klaster Ijtima Gowa asal Kedawung Sragen Sebulan Lebih Jalani Karantina Mandiri di Gedung SMS. Mengaku Sempat Lemas, Selama Sebulan Rasakan Begini!

Selain itu, tersangka juga berpeluang dijerat pasal 70 KUHP tentang pengerusakan barang secara bersama-sama.

“Kita jerat UU Terorisme dan UU Darurat RI serta pengrusakan. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” papae Kapolres kepada wartawan.

Baca Juga :  Diburu Polisi, Nomor Pengirim Teror dan Ancaman Via WA ke Petugas Medis di Kedawung Sragen Mendadak Tidak Aktif. Begini Keterangan Keluarga Pasien Covid-19 Yang Sempat Dicurigai! 

Kapolres menguraikan untuk mendalami kasus itu, pihaknya sudah menyita senjata laras panjang berikut proyektil yang dilesakkan tersangka dalam aksi terornya Sabtu (30/3/2019) malam itu.

Senjata berikut proyektilnya sudah dilaporkan ke Laboratorium Forensik Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara, Tan mengatakan dirinya nekat menembaki kantor PA karena kecewa putusan pengadilan terkait gugatan pembagian harta gono gininya dengan sang istri yang sudah dicerainya, Evi Indah Setyawati. Wardoyo