loading...
Loading...
caleg jujur
ilustrasi/tempo.co

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Tasikmadu menggelar sarasehan di aula Kecamatan Tasikmadu, Selasa (23/4/2019)). Dalam sarasehan ini para perwakilan tokoh agama diminta mampu mengajak umatnya tetap saling menjaga keharmonisan diantara warga.

Paguyuban Kerukunan Umat Beragama dihadiri Kepala KUA, Ketua PKUB, Kades, Babinsa, Babinkantibmas dan peserta dari lintas agama.

Kegiatan ini sendiri merupakan wahana untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan beberapa perwakilan tokoh agama. Sehingga nantinya para perwakilan tokoh agama tetap mampu menjaga kerukunan antar warga terutama paska Pemilu.

Baca Juga :  Awasi Pemilu, Bawaslu Karanganyar Launching 3 Desa Pengawasan. Ini Maksud dan Tujuannya! 

Camat Tasikmadu Moh Suparwoto mengatakan forum kerukunan umat beragama di wilayah Tasikmadu berjalan dengan baik.

Pihaknya sendiri mengapresiasi adanya forum ini lantaran hingga Pemilu selesai mampu menjaga kondusivitas wilayah.

“Terima kasih pada para perwakilan tokoh agama telah berpartisipasi untuk menjaga kerukunan. Meski berbeda pilihan dalam Pilpres namun tetap aman dan tertib pelaksanaan Pilpres,” katanya.

Ditambahkannya untuk memupuk kebersamaan pihak Kecamatan juga telah menggelar kemah kebangsaan. Selain itu pihaknya meminta para tokoh agama mampu mengajak umatnya tetap mengedepankan kepentingan bangsa daripada kelompok.

Baca Juga :  Hujan Es Sebesar Kacang Atom Landa Gunung Lawu Karanganyar. Makin ke Atas Makin Besar.. 

“Pemilu telah selesai. Mari lupakan perbedaan dan songsong masa depan bangsa lebih baik,”pesannya.

Sementara itu Ketua FKUB Karanganyar, Rahmat Hidayah mengapresiasi semua pihak yang telah menciptakan suasana aman dan lancar dalam Pemilu lalu. Menurutnya dalam agama selain hubungan dengan Sang Pencipta, juga mengatur hubungan manusia dengan manusia. Pihaknya meminta antar warga tetap menjaga kerukunan dalam hidup bermasyarakat.

“Kita harus bisa saling menghormati dan mengasihi antar sesama. Prinsip ini merupakan hal mendasar dalam berinteraksi,”pesannya. Wardoyo

 

Loading...