loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gerakan people power yang digagas Amien Rais bakal mendapatkan batu sandungan dari para aktivis 1998.

Para aktivis yang tergabung dalam Rembuk Nasional Aktivis 98 itu telah merancang aksi guna mengadang gerakan people power yang menurut mereka inkonstitusional.

“Tanggal 21 Mei 2019 kami akan menjawab gerakan people power yang inkonstitusional,” kata Julianto Hendro Cahyono, seorang anggota kelompok itu, Senin (13/5/2019).

Menurut Julianto, mereka akan menduduki gedung Komisi Pemilihan Umum untuk mengawal rekapitulasi akhir pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

Julianto mengatakan bahwa gerakan ini bukanlah aksi tandingan bagi pihak yang berlawanan.

“Yang pasti bukan tandingan, tapi kami mengawal demokrasi,” kata dia.

Baca Juga :  Wah, Ada 1.100 Mobil Mewah di DKI Nunggak Pajak Rp 37 Miliar

Julianto mengatakan demokrasi sudah semakin dewasa dan mereka menghargai 84% pemilih yang telah ikut serta dalam Pemilu serentak 2019.

“Itu pencapaian luar biasa dari hak-hak rakyat yang memberikan dukungan atas apa yang diinginkan,” kata Julianto.

Menurut Julianto, pesta demokrasi pemilu 2019 pada 17 April 2019 yang lalu adalah gerakan people power.

“84 persen itu benar-benar people power. Dalam artian, kekuatan signifikan yang menjawab dan memilih apa yang seharusnya mereka pilih dan itulah yang kami kawal,” katanya.

Dalam rangka memperingati 21 tahun reformasi, Julianto mengatakan, hasil pemilu harus dikawal.

“Ini demokrasi yang kami cita-citakan sejak 98. Jangan sampai yang inkonstitusional kita biarkan saja,” katanya.

Baca Juga :  Rapat Partai di Kantor Kementerian, Luhut Panjaitan Disentil Ma'ruf Amin

Julianto mengaku, ia yakin tak akan ada bentrok dengan massa yang menyebut people power.

“Kami lebih damai karena kami menjaga dan mengawal. Kami berusaha gerakan 98 akan terus mengawal,” kata Julianto.

www.tempo.co

Loading...