loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepolisian RI bakal menerbitkan DPO untuk eks Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir yang diduga pergi ke Arab Saudi.

Polisi mengambil langkah tersebut, karena saat dipanggil oleh penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, yang bersangkutan justru pergi ke Arab Saudi.

“Tahapan-tahapan itu (penerbitan DPO-Daftar Pencarian Orang) tentunya akan dilakukan oleh penyidik. Penyidik tentunya sudah paham manajemen penyidikan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Terkait dengan pencegahan yang telah dilakukan Bareskrim kepada Bachtiar Nasir, kata Dedi, surat tersebut sampai kepada yang bersangkutan sudah berada di Arab Saudi.

Bachtiar pergi ke Arab untuk menghadiri liga muslim dunia.

Baca Juga :  Minta Jokowi Tak Emosional Tanggapi Wacana Amandemen UUD 1945, Ketua DPP PDIP Salahkan Pratikno

“Yang bersangkutan sudah ke Arab duluan,” ucap Dedi.

Kuasa hukum Bachtiar Nasir, Azis Yanuar menyatakan, kepergian kliennya sudah diagendakan sejak lama. Ia juga menegaskan perginya Bachtiar tidak ada kaitannya dengan menghindari kasus dugaan penyelewengan dana Yayasan Keadilan untuk Semua (YKS) yang menyeret dirinya.

Namun Azis Yanuar mengaku belum tahu kapan kliennya pulang ke Indonesia.

“Iya (suratnya sampai saat sudah berangkat ke Arab). Memang sudah diagendakan, bukan terkait perkara itu,” kata Azis.

Bachtiar sejatinya akan diperiksa sebagai tersangka. Dan Selasa (14/5/2019) merupakan panggilan ketiga untuknya.

Polri pun bakal menjemput paksa Bachtiar setibanya dia nanti di Indonesia.

“Sesuai dengan Pasal 112 KUHP, maka penyidik punya kewenangan untuk melakukan upaya penjemputan paksa,” kata Dedi.

Baca Juga :  Saham Garuda Menguat Sehari Setelah Pencopotan Ari Askhara dari Jabatan Dirut

Ia menuturkan jika kuasa hukum sudah menginformasikan jadwal kepulangan Bachtiar Nasir, maka penyidik akan menjemput paksa di bandara.

Polri pun sudah bekerja sama dengan pihak Imigrasi perihal rencana jemput paksa tersebut.

www.tempo.co

Loading...