loading...
Loading...
Foto/Humas Kab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Dari gumpalan asap mengepul tiba-tiba tiba keluar setan pengganggu berbadan besar terbungkus uraian jerami. Setelah itu disusul setan kurus bermuka genderuwo yang berjumpalitan dan meresahkan warga Desa Sluman Slumun Kik.

Di tengah atmosfir panas pemilihan kepala desa dengan calon simbol telo (Wahyu Tejo) melawan calon kepala desa yang diperankan oleh Mbok Ngganden bersimbol padi.

Baca Juga :  45 Tersangka Mafia Narkoba dan Pil Koplo Karanganyar Diringkus. Kapolres Sebut Amankan 26,5 Gram Sabu dan 967 Pil Koplo 

Situasi Desa Sluman Slumun Kik dikejutkan oleh kehadiran seorang laki-laki yang berlarian kesakitan.

Wajahnya benjol-benjol. Dia mengaku dipukuli pendukung cakades Mbok Ngganden.

Itulah secuplik adegan bagian dari pementasan pertunjukan rakyat dari Kontingen Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Karanganyar, Jumat (3/5/2019) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seleksi pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah tahun 2019.

Baca Juga :  Kisah Darto, 30 Tahun Ngojek di Wamena Kini Terpaksa Harus Pulang ke Kampung Halaman Lantaran Jiwanya Terancam dan  Situasi Mencekam 

Acara yang bertempat di Desa Jragan, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung ini merupakan babak penyisihan pertunjukan rakyat dari 6 kabupaten yakni Purworejo,Tegal,Temanggung, Rembang, Karanganyar,dan Wonosobo.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya berharap melalui Forum Komunikasi Media Tradisional pemerintah bisa menjangkau masyarakat dalam diseminasi informasi melalui kearifan lokal.

Baca Juga :  Parah, 9 Siswa-Siswi SMP Ditangkap Saat Asyik Pesta Miras di Waduk Lalung Karanganyar. Saat Diamankan Dalam Kondisi Begini.. 

Tema yang diusung pada seleksi pertunjukkan rakyat kali ini adalah bagaimana menghindari hoax yang makin menjamur dengan fasilitas media sosial.

FK Metra Kabupaten Karanganyar yang membawakan judul “Jenggelek Kecrek” (Kalah Menang Tetap Sedulur)ini mendapat sambutan meriah dari penonton warga Desa Jragan yang memenuhi tribun panggung. Wardoyo

 

Loading...