JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Diawali Kepulan Asap, Setan-Setan Mendadak Muncul Resahkan Warga di Desa Sluman Slumun

Foto/Humas Kab
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Kab

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dari gumpalan asap mengepul tiba-tiba tiba keluar setan pengganggu berbadan besar terbungkus uraian jerami. Setelah itu disusul setan kurus bermuka genderuwo yang berjumpalitan dan meresahkan warga Desa Sluman Slumun Kik.

Di tengah atmosfir panas pemilihan kepala desa dengan calon simbol telo (Wahyu Tejo) melawan calon kepala desa yang diperankan oleh Mbok Ngganden bersimbol padi.

Situasi Desa Sluman Slumun Kik dikejutkan oleh kehadiran seorang laki-laki yang berlarian kesakitan.

Baca Juga :  Kemelut Jelang Konggres PSSI Karanganyar, Ketua Perkumpulan Aparatur Desa Karanganyar Serukan Gegeran Harus Dihentikan. Sebut Polemik Bikin Malu Karanganyar!

Wajahnya benjol-benjol. Dia mengaku dipukuli pendukung cakades Mbok Ngganden.

Itulah secuplik adegan bagian dari pementasan pertunjukan rakyat dari Kontingen Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Karanganyar, Jumat (3/5/2019) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seleksi pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah tahun 2019.

Acara yang bertempat di Desa Jragan, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung ini merupakan babak penyisihan pertunjukan rakyat dari 6 kabupaten yakni Purworejo,Tegal,Temanggung, Rembang, Karanganyar,dan Wonosobo.

Baca Juga :  Hujan Badai Landa Puncak Lawu, Evakuasi Jasad Pendaki yang Tewas Sempat Terkendala. Evakuasi Sudah Berlangsung Hampir 4 Jam

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya berharap melalui Forum Komunikasi Media Tradisional pemerintah bisa menjangkau masyarakat dalam diseminasi informasi melalui kearifan lokal.

Tema yang diusung pada seleksi pertunjukkan rakyat kali ini adalah bagaimana menghindari hoax yang makin menjamur dengan fasilitas media sosial.

FK Metra Kabupaten Karanganyar yang membawakan judul “Jenggelek Kecrek” (Kalah Menang Tetap Sedulur)ini mendapat sambutan meriah dari penonton warga Desa Jragan yang memenuhi tribun panggung. Wardoyo