loading...
Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas Tanon saat mengidentifikasi jasad balita mungil yang ditemukan tewas di Bengawan Solo Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Tanon, Sragen, Senin (6/5/2019) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMAR NEWS.COM Warga di bantaran sungai Dukuh Karangdowo, Desa Kecik, Tanon digegerkan dengan temuan mayat balita mengapung di sungai Bengawan Solo dukuh setempat, Senin (6/5/2019). Mayat balita mungil itu kemudian diketahui bernama Muhammad Nuham (2,5) asal Dukuh Gawan RT 12, Desa Gawan, Tanon.

Balita malang itu diduga tewas tenggelam dan terseret arus sungai. Bocah mungil itu ditemukan tak bernyawa mengapung di aliran sungai sekitar pukul 09.00 WIB.

Data yang dihimpun di lapangan, penemuan jasad balita itu kali pertama diketahui oleh ibu-ibu di Karangdowo yang sedang mencuci tikar.

Saat itu, mereka kaget melihat sesosok bayi yang mengapung di sungai. Hal itu langsung dilaporkan ke warga lain.

Baca Juga :  Momen Haru Danyon 408 Sragen Tuntun Nenek 90 Tahun Untuk Pengobatan Gratis Bersama Ratusan Lansia dan Warga Miskin. Sebut Tak Ada Batas TNI dengan Rakyat!

Salah satu warga Karangdowo, Sunardi Minyak (48) kemudian memberitahu ke warga Gawan yang sempat mengabarkan hilangnya salah satu balita di Gawan.

Setelah dikroscek ke Gawan, ternyata benar bahwa jasad balita mungil itu adalah Muhammad Nuham yang hilang pagi hari tadi.

“Setelah itu, jasad dievakuasi bersama oleh warga dan kemudian diantar ke rumah duka. Tim Polsek langsung meluncur melakukan olah TKP dan identifikasi,” papar Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi, Senin (6/5/2019).

AKP Agus menambahkan dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Tanon dan tim identifikasi Polres Sragen, tidak menemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga :  Kouta Hanya 65.535 Warga, Puluhan Ribu Keluarga Miskin di Sragen Tak Menerima Program Sembako BPNT. Nilai Bantuan Naik Rp 40.000 Jadi Rp 150.000 Perbulan

Karena pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah, jasad balita mungil itu lalu diserahkan untuk dimakamkan. Wardoyo