loading...
Loading...
Pengendara motor harus antri melewati jembatan di Mungguran, Wonokerso Kedawung menuju Guworejo Karangmalang yang ambles dan memunculkan lubang menganga, Rabu (22/5/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Jembatan di Jalan Wonokerso Kedawung-Guworejo Karangmalang, dalam kondisi memprihatinkan lantaran ambles dan berlubang. Ironisnya, meski sudah hampir tiga bulan, kerusakan tak kunjung diperbaiki.

Jembatan penghubung antar desa yang ambles dan ambrol itu berlokasi di Dukuh Mungguran RT 06, Desa Wonokerso, Kedawung. Posisi jembatan sangat krusial lantaran menjadi titik pertemuan dari empat jalur yakni menuju Guworejo, Saradan, Ndayu dan Wonokerso.

Salah satu warga Dukuh Munguran RT 6, Wardi (65) menuturkan ambrolnya jembatan Mungguran itu terjadi sejak bulan Februari lalu. Jembatan ambrol karena konstruksinya yang sudah cukup lama ditambah guyuran hujan dan luapan air.

Baca Juga :  Terungkap, Sebelum Dijarah 9 Perampok, Gudang Unilever Masaran Sragen Pernah 2 Kali Kebobolan  

“Jembatan ini peninggalan Belanda, kemarin ambrol karena hujan itu. Sudah hampir tiga bulan belum diperbaiki,” paparnya Rabu (22/5/2019).

Karena badan jalan yang ambles semakin lebar dan memunculkan lubang menganga, warga berinisiatif menutup jembatan untuk menghindari pengendara terperosok.

Baca Juga :  Aktivis Sragen Sebut Kasus Agus Fatchur Rahman Ditengarai Terkait 3 Kekhawatiran Besar. Salah Satunya Pilkada 2020 dan Skenario Politik Dinasti

Sejak tiga bulan terakhir, jembatan hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua namun tertutup untuk mobil.

Akibat kondisi itu, pengendara mobil harus memutar melalui jalur Saradan sejauh 2 kilometer.

“Harapannya segera diperbaiki karena sudah lama dan ini jalur penting antar desa antar kecamatan. Apalagi ini mendekati Lebaran, biasanya jalur ini banyak dilalui warga. Dulu sudah dicek dari DPU dan Pengairan, tapi kok sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,” timpal Sukiman (75) warga lain.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tol Sragen-Solo, Mobil Keluarga TNI AL Gasak Mobil Keluarga TNI AD. Satu Balita Meninggal Dunia, 6 Korban Luka 

Terpisah, Kepala DPU PR Sragen, Marija melalui Kabid Bina Marga Albert Pramono Susanto mengatakan jembatan itu bukan tanggungjawab DPU PR karena statusnya milik Balai Pengairan atau SDA. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan SDA terkait perbaikannya.

“Itu milik SDA jadi tanggungjawab perbaikan juga ada di SDA. Kemarin sudah disampaikan, mudah-mudahan bisa segera diperbaiki,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...