loading...
Loading...
Syarief Sulaeman. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Hampir setahun mengambang tanpa kejelasan, kasus dugaan penyimpangan pengadaan proyek komputer sistem informasi desa (SID) di 196 desa di Sragen bakal memasuki babak baru.

Di bawah pimpinan Kejaksaan Negeri Sragen di bawah Kajari Baru, Syarief Sulaiman, Kejari mulai menyiapkan celah baru untuk melanjutkan penanganan kasus tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kajari Sragen, Syarief Sulaiman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/5/2019). Ia mengatakan saat ini salah satu fokus Kejari adalah menyelesaikan kasus tunggakan dari pimpinan sebelumnya. Salah satunya kasus SID yang melibatkan 196 desa dengan anggaran hampir Rp 3,92 miliar.

“Kami akan mulai kembali dengan menelaah lagi apa-apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Kita akan mulai dengan konstruksi baru,” paparnya didampingi Kasie Pidsus, Agung Riyadi.

Baca Juga :  Fakta Menarik di Balik Aksi Julik Sopir Pencuri Motor RX King di Tanon Sragen. Permak Habis Bodi Hingga Rubah Noka Nosin, Tapi Terbongkar Juga 

Sementara, Agung menguraikan pihaknya sudah mengawali dengan melanjutkan pemeriksaan sejumlah pihak. Di antaranya dari pihak rekanan penyuplai komputer ke desa-desa, hingga pihak distributor.

Mereka sudah dimintai keterangan Secar bertahap beberapa waktu terakhir. Pemeriksaan itu guna melengkapi dan melanjutkan pemeriksaan Kades-kades yang sudah dilakukan oleh penyidik sebelumnya.

“Masih berlanjut dan SID jadi salah satu fokus kita. Kita sudah memeriksa lagi pihak rekanan. Distributor juga sudah. Nanti masih ada yang kami panggil lagi. Siapa, sementara belum bisa kami sampaikan,” tuturnya.

Baca Juga :  Berikut Daftar Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung di 4 Kecamatan di Sragen. Total Ada 35 Rumah Rusak! 

Kajari dan Kasie Pidsus menegaskan penanganan kasus itu dipandang penting untuk sesegera mungkin memberikan kepastian hukum terkait kasus itu.

Terlebih dari kesimpulan awal penanganan tim periode sebelumnya, sempat menyampaikan sudah ada peristiwa pidana dalam kasus itu. Wardoyo

 

Loading...