JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Kisah Pilu Wasidi Jelang Berbuka Puasa. Ditinggal Keluar, Pulang-Pulang Malah Kehilangan Rumahnya

Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib tragis menimpa Wasidi, warga Dusun Gondang RT 01/RW 01 Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Di awal bulan ramadhan, ia malah harus kehilangan rumahnya pada Rabu (8/5/2018) sore.

Pasalnya, kediaman pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani terbakar hingga hanya meninggalkan puing dan abu.

Kebakaran diduga diakibatkan hubungan arus pendek listrik tersebut juga menghanguskan seisi rumah Wasidi.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.15 WIB saat ia tengah berada di ladang, Slamet Bakhtiar (37), tetangga Wasidi sekaligus Perangkat Desa Desa Batur menjemputnya.

Baca Juga :  10.471 Keluarga Penerima Manfaat di Blora Terima BST

Slamet menyampaikan pada Wasidi bahwa rumah miliknya terbakar. Wasidi bergegas pulang ke rumah ditemani Wahid Lasio (41), rekannya. Saat pulang ke rumah, api muncul dari kamar depan. Namun dalam waktu singkat api menjalar ke seisi rumah.

Meskipun telah dibantu oleh warga dan 8 orang tim pemadam kebakaran Kabupaten Semarang untuk mencegah api merembet dengan cepat, kebakaran tak bisa dielakkan.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono, rumah semi permanen beserta perabotan milik Wasidi tak dapat diselamatkan.

“Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” ujarnya.

Baca Juga :  Pencemaran Bengawan Solo Jadi Perhatian Serius Ganjar Pranowo, Perusahaan Diberi Waktu 12 Bulan Perbaiki IPAL

Wasidi saat ini tinggal di rumah kerabatnya hingga ia bisa mendirikan lagi rumah tempat tinggalnya. Budi pun mengimbau pada para warga agar mewaspadai penggunaan perangkat elektronik dan kompor di bulan Ramadan ini.

Masyarakat diimbau tetap waspada pada keselamat diri sendiri dan keluarganya mengingat dalam sebulan ini masyarakat disibukkan aktivitas beribadah dan persiapan jelang Idul Fitri.

“Tetap waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas agar terhindar dari musibah maupun kriminal, dan tetap bisa khusyuk beribadah di bulan suci Ramadan,” pungkasnya. Wardoyo