loading...
Loading...
Yuni, sopir taksi online yang bersedia menerima orderan mengantarkan jenazah seorang nenek tua dari RSUD dr Slamet Garut ke Kecamatan Banjarwangi. Tribunnews/Istimewa

GARUT, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dandi telah mengorder taksi online sebanyak tiga kali, namun semuanya ditolak. Ketika melakukan orderan keempat barulah ada yang bersedia menerima orderan Dandi.

Ketiga sopir taksi online menolak orderan karena Dandi minta diantar sambil membawa jenazah ibunya. Driver taksi online yang bersedia mengantarkan Dandi dan jenazah ibunya adalah Yuni.

Dandi menyewa taksi online untuk membawa jenazah ibunya dari RSUD dr Slamet ke Kecamatan Banjarwangi, Garut.

Jarak yang cukup jauh dan memakan waktu sampai tiga jam ke lokasi membuat sopir-sopir taksi online sebelum Yuni menolaknya.

Alasan Dandi memesan taksi online karena ia tak mampu merogoh kocek sampai Rp 900.000 untuk menyewa ambulans yang dapat mengantar jenazah ibunya sampai ke rumah di Banjarwangi.

Yuni mengantar Dandi sambil membawa jenazah ibunya menggunakan taksi online pada Rabu (1/5/2019).

“Alhamdullilah masih ada orang yang sebaik beliau (Yuni) yang bantu costumernya. Beliau tidak hanya mengantarkan penumpang biasa,” tulis salah satu akun Facebook Liputan Garut.

Dalam tulisan tersebut pemesan taksi online Yuni disebut bernama Doni bukan Dandi.

Sekitar pukul 04.00 WIB, Yuni mendapatkan pesanan dari seorang penumpang di mana anggota keluarganya meninggal karena sakit.

“Kita sebut saja Kang Doni yang pesan Grab Car,” begitu keterangan dalam postingan akun Facebook Liputan Garut.

Diketahui biaya untuk mengantar jenazah ke Banjarwangi yang berjarak sekitar dua sampai tiga jam cukup mahal, yakni Rp 900 ribu.

Keluarga Doni tak mampu membayar biaya ambulans.

“Entah kenapa biaya pengantaran dari rumah sakit ke rumah Kang Doni di Banjarwangi sangat mahal.”

“Maka memutuskan Kang Doni mengambil penyewaan Grab Car, sudah 1-3 kali banyak dari Grab driver Garut yang menolak orderan,” kata akun itu.

Sekitar pukul 04.10 WIB, Yuni yang tengah lembur merespons orderan Doni.

Baca Juga :  Toko Online Kini Wajib Punya Izin Usaha, Ini Kata Teten

Yuni menyanggupi untuk mengantar jenazah ibu Doni menggunakan mobilnya.

Di antara pengemudi taksi online, Yuni satu-satunya sopir perempuan yang suka ikut lembur malam.

“Beliau mendapat orderan dari Kang Doni, sempat bertanya dahulu Kang Doni ke Teh Yuni, ‘Teh, bisa bawa Jenazah?’ Alhamdullilah Teh Yuni mengambil orderan Pak Doni,” katanya.

Ongkos perjalanan menggunakan taksi online hanya Rp 230 ribu.

Namun atas kesepakatan kedua belah pihak, ongkos yang haru sdibayarkan sebesar Rp 400.000 karena jarak yang cukup jauh.

Saat dikonfirmasi terkait cerita mengantarkan jenazah, Yuni membenarkannya.

Menurut Yuni, orderan datang dari pria bernama Dandi.

Saat menghubungi, Dandi langsung menyebut ingin mengantar jenazah.

“Konsumennya bilang, ‘Teh bisa antar jenazah gak?’ Saya sempat ada perasaan takut juga,” kata Yuni saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (8/5/2019).

Sebelum menerima pesanan Yuni sempat menanyakan penyebab meninggalnya jenazah ibu Dandi tersebut.

Dandi lalu menjelaskan ibunya meninggal karena sakit liver.

“Ngeri soalnya kalau yang meninggal karena tabrakan. Makanya nanya dulu,” ucap Yuni.

Akhirnya, Yuni mengambil pesanan tersebut karena terketuk hatinya untuk menolong Dandi.

Yuni turut didampingi suaminya, Gimin, untuk pergi ke Banjarwangi.

“Sesampinya di rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke dalam mobil. Jenazahnya dilentangkan di belakang mobil,” ucap Yuni.

Menurut Yuni, Dandi tak punya cukup uang untuk mengantar jenazah memakai ambulans, karena biayanya Rp 900.000.

Saat sampai di Banjarwangi sempat ada kendala.

“Jalannya kan menanjak, mobil sempat enggak kuat. Untungnya ada yang bantu dan didorong 10 orang,” ujar dia.

Bupati Garut Rudy Gunawan Angkat Bicara

Bupati Garut, Rudy Gunawan, turut menanggapi kisah warganya lebih memilih taksi online untuk membawa jenazah anggota keluarganya dari RSUD dr Slamet ke Banjarwangi.

Menurut Rudy, Pemkab Garut sudah menyediakan ambulans gratis.

Baca Juga :  Layanan Garuda Dijamin Tak Terganggu Pasca Pencopotan 4 Direktur Garuda

Tak seharusnya, jenazah diantar menggunakan taksi online.

“Biaya ambulans itu gratis. Tapi kenapa pilih pakai jasa Grab,” ucap Rudy di Kantor Bupati Garut, Rabu (8/5/2019).

Layanan ambulans gratis sudah disiapkan Pemkab Garut untuk mengantar masyarakat yang sakit atau meninggal dunia.

Semua fasilitas itu tak dipungut biaya.

Saat disinggung adanya tarif yang dipatok untuk mengangkut jenazah, Rudy menyayangkan.

Padahal, pihaknya sudah menginstruksikan untuk memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.

“Harus lebih ditingkatkan pelayanannya. Jangan sampai malah pilih jasa online,” katanya.

Rudy menyebut sudah menyiapkan dua mobil yang terparkir di Pendopo Garut. Mobil ambulans itu bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Plt Wakil Direktur Umum RSUD dr Slamet Garut, Eka Ariyanti menyebut pihak keluarga almarhumah sempat menanyakan masalah jasa mobil ambulans kepada petugas jaga.

Tarif ambulans ke wilayah Banjarwangi sekitar Rp 400 ribu.

Namun pihak keluarga tidak menanyakan kembali soal tarif tersebut.

Akhirnya keluarga memilih menggunakan transportasi online.

“RSUD dr Slamet Garut selaku kepanjangan tangan pemerintah daerah memiliki kebijakan dalam hal pengurangan atau pembebasan biaya. Secara teknis dapat dilaksanakan oleh manajemen,” kata Eka dalam keterangan tertulis.

Jenazah yang dibawa menggunakan taksi online itu merupakan seorang ibu berusia 69 tahun.

Eka mengatakan, saat keluarga menanyakan mobil ke petugas jaga, sopir dan mobil ambulans sedang mengantar jenazah ke Bandung dan ke Kecamatan Cibiuk.

Loading...