loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang masuknya bulan Ramadhan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyatakan bakal menenggelamkan 51 kapal ikan asing ilegal mulai 4 Mei 2019.

“Kami akan cicil dimulai dari tanggal 4 Mei itu. Semacam safari Ramadan Menteri Kelautan,” ujar Susi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Sebanyak 51 kapal itu adalah hasil tangkapan Satuan Tugas 115 hingga April 2019. Sebenarnya, Satgas juga menangkap 30 kapal ilegal lainnya, namun statusnya belum inkracht.

Kapal-kapal asing ilegal yang akan ditenggelamkan itu terdiri dari 38 kapal Vietnam, 6 kapal Malaysia, 2 kapal Cina, 1 kapal Filipina, dan 4 kapal Indonesia.

Penenggelaman perdana akan dilakukan di Pontianak terhadap 26 kapal berbendera Vietnam. Selanjutnya penenggelaman dilakukan di Batam sebanyak 4 kapal, Belawan 3 kapal, Natuna 12 kapal, dan di Merauke 3 kapal.

Baca Juga :  KPK: Petinggi PT Garuda Indonesia Nikmati Dana Suap Senilai Rp 100 M

“Kami akan cicil karena enggak bisa diselesaikan langsung,” ujar Susi.

Susi memperkirakan, penenggelaman 51 kapal itu mungkin butuh waktu sekitar dua pekan. Adapun kapal yang ditenggelamkan, kategori ukuran besar yakni memiliki panjang 20-30 meter, lebar sekitar 6 meter, dan tinggi sekitar 6-7 meter.

Menteri Susi meminta proses penenggelaman kapal ini di bawah pengawasan ketat. Sebab, menurut dia, ada oknum yang kerap tak menyelesaikan penenggelaman kapal. Sehingga, apabila hal tersebut terjadi maka penegakan hukum di laut Indonesia tidak berwibawa lagi.

Sebelumnya, sepanjang 2014 hingga 2018, Kementerian KKP pihaknya telah menenggelamkan 488 kapal yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.

Baca Juga :  Tak Satupun Loyalis Bamsoet Masuk Formatur Struktur Golkar

Ke depannya, Susi menegaskan akan terus menindak kapal-kapal ilegal agar memberi efek jera pad pelaku perikanan ilegal. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan aparat agar solid dalam mengambil sikap tegas itu. Sehingga, kapal ilegal pun takut kembali ke perairan Indonesia.

www.tempo.co

Loading...