loading...
Loading...
Ilustrasi | joglosemarnews.com

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM-  Motivator sekaligus pengusaha muda, Syafii Efendi mengajak pelajar dan generasi muda untuk mengikis paradigma soal obsesi bekerja. Para kawula muda diajak untuk tak lagi menggantungkan cita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS), akan tetapi bisa menjadi wirausahawan.

Hal itu disampaikan Syafii saat menjadi pemateri dalam seminar ang diadakan oleh WIMNUS (Wirausaha Muda Nusantara) dengan tema How To Be Great Student and Youth Enterpreneur di Karanganyar kemarin.

Baca Juga :  Penyaluran BPNT di Karangangar Dilaporkan ke Presiden. Lentera Endus Dugaan Ada Penguapan Rp 1,7 M Per Pencairan 

Ia menyampaiakan bahwa lulusan SMA, SMK dan MA di Karanganyar diajak mengikis paradigma lama dalam berkerja. Menjadi pegawai atau karyawan sekadar gengsi, namun bukan penentu kesuksesan.

“Kita butuh orang muda untuk mencari solusi mendasar. Mereka harus berani tidak melamar kerja. Enggak ikut arus mendaftar CPNS. Biar uang negara untuk menggaji pegawai, disalurkan ke pembangunan saja. Sedari muda, perlu menanamkan mental pengusaha mandiri,” ujarnya.

Baca Juga :  591 Kader Posyandu Tasikmadu Diminta Terus Sosialisasikan Pola Hidup Sehat. Istri Bupati Pesan Jika Sakit Segera Diperiksakan ke Puskesmas 

Menjadi pegawai atau buruh, menurutnya secara tidak sadar merupakan warisan zaman kolonial. Selama berabad abad, pribumi dididik untuk mengabdi ke pemilik modal. Para pekerja nyaris mustahil memiliki kekayaan lebih. Ironisnya, mereka lebih menghargai statusnya.

“Menyandang baju PNS itu lebih karena gengsi. Padahal, tidak banyak uang yang didapat dari kerjanya,” katanya.

Baca Juga :  Pusaka Kanjeng Kyai Pamot Dijamas di Karanganyar. Bupati Sebut Biar Karanganyar Ayem Tentrem 

Seminar itu digelar di Gedung Wanita Karanganyar dan diikuti ratusan pelajar SMA maupun SMK. Bupati Karanganyar memberikan motivasi kepada para peserta supaya lebih bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita.

Bupati juga berpesan bahwa salah satu kunci dari kesuksesan bermula dari harapan dan doa yang kuat. Selain itu juga perlu diimbangi dengan usaha. Wardoyo

 

Loading...