JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Penolakan People Power Terus Mengalir.  Pimpinan Ponpes Roudlotul Cholili Karanganyar Sebut People Power Bertentangan Dengan UU

Mashuri Syahroni. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Mashuri Syahroni. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Penolakan gerakan people power terus berdatangan dari tokoh agama di Karanganyar. Pengasuh Ponpes Roudlotul Cholili, KH Mashuri Syahroni menyatakan tegas menolak segala bentuk tindakan dan gerakan mengarah inkonstitusional terkait hasil Pemilu.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi munculnya isu soal gerakan people power belakangan ini. Ia mengatakan menolak gerakan inkonstitusional termasuk people power.

Baca Juga :  Komunitas Kabar Sepakbola Karanganyar Ungkap 3 Kejanggalan Jelang Kongres PSSI. Sebut Ada Tandatangan Dukungan Didengkul Hingga Syarat Calon Harus S1, Desak Kongres Ditunda!

“Kami menolak bentuk-bentuk inkonstitusional, gerakan people power atau main hakim sendiri. Karena Pemilu sudah berjalan dengan jujur, adil, transparan dan tidak ada kecurangan,” paparnya, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya mengapresiasi pelaksakaan Pemilu yang sudah berjalan demokratis, adil dan transparan. Pihaknya mengapresiasi kinerja TNI, Polri yang sudah mewujudkan pengamanan sehingga Pemilu bisa berjalan lancar dan kondusif. Wardoyo

Baca Juga :  Kembali Meroket, 3 Warga Jumapolo Karanganyar Hari Ini Ditemukan Positif Terpapar Covid-19. Tertular dari Warga Yang Pulang Mudik dari Jatim, Total Jadi 49 Kasus Positif