loading...
Loading...
Ilustrasi penggerebekan pasangan ABG dan pelaku prostitusi online. Foto/Tribunnews

GARUT, JOGLOSEMARNEWS.COM-Aksi sindikat prostitusi online kembali terbongkar. Kali ini terjadi di wilayah Garut, Jawa Barat.

Para tersangka pekerja seks komersial ( PSK) yang rata-rata masih muda itu ditawarkan dan dipesan melalui aplikasi pesan online. Tarifnya berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Bahkan dua dari 7 PSK yang ditawarkan diketahui masih kecil dan berusia di bawah umur.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna didampingi Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng mengatakan, pihaknya menemukan indikasi jual beli atau transaksi online.

Baca Juga :  Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik Hingga Rp 40.000

Para tersangka yang menjadi muncikari menawarkan PSK melalui aplikasi MiChat.

“Setelah bertransaksi, lelaki yang memesan diminta untuk datang ke Hotel Candra Kirana di Cipanas. Di sana muncikari sudah menyediakan wanitanya,” ujar AKBP Budi Satria Wigunadi Mapolres Garut, Sabtu (25/5/2019).

Pihaknya menggerebek prostitusi tersebut pada Jumat (24/5/2019) malam. Ada lima pria hidung belang dan tujuh PSK yang dibawa ke Mapolres Garut.

Dua orang dijadikan tersangka yakni TA dan SA. Perannya masing-masing sebagai muncikari dan kurir.

Baca Juga :  Densus 88 Antiteror Bawa Pelaku Penyerangan Aparat Polsek Wonokromo

Keduanya merupakan warga KotaBandung sedangkan para korban atau PSK berasal dari Bandung dan satu orang dari Garut.

“Lelaki yang pesannya juga berasal dariBandung. Alasan mereka katanya sedang liburan ke Garut,” katanya.

Pengakuan para korban dan muncikari, aksi prostitusi yang dijalankan di bulan Ramadan karena terdorong kebutuhan.

Para tersangka dan korban sudah beberapa hari tinggal di hotel tersebut.

“Kalau operasionalnya sudah lebih dari satu tahun. Mereka menawarkan melalui jejaringnya di MiChat,” ucapnya.

Baca Juga :  Siap-siap Pendaftaran CPNS dan PPPK 2019 via Sscasn.bkn.go.id Dibuka Oktober, Ini Jumlah Kebutuhan dan Prioritasnya

Sekali kencan, tarif yang ditawarkan berkisar dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Menurut AKBP Budi Satria Wiguna, ada dua korban yang masih di bawah umur.

“Ada tiga pasal yang dikenakan. Pasal 296 junto pasal 506 untuk muncikarinya dan UU perlindungan anak karena ada dua orang yang dibawah umur. Serta UU ITE pasal 45 junto 28 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” katanya.

www.tribunnews.com

 

Iklan
Loading...