loading...
Loading...
Para tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Jepara saat menggelar deklarasi damai pasca Pemilu. Foto/Wardoyo

JEPARA, JOGLOSEMARNEWS.COM Menghangatnya suasana pasca Pemilu membuat segenap jajaran tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Jepara berinisiatif menggelar deklarasi. Mereka pun siap mengawal hasil Pemilu serta menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Deklarasi digelar Rabu (24/4/2019) di Jepara itu dihadiri para toga dan tomas wilayah setempat. Ada FKUB, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, Ketua PCNU, pengasuh Ponpes hingga pemuka masyarakat lainnya.

Dalam deklarasi itu mereka sepakat mengedepankan tiga hal terkait Pemilu.

Yang pertama siap menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan umat bangsa dan negara.

Kedua, siap menjaga kerukunan, meningkatkan komunikasi dan iklim kondusif di Kabupaten Jepara. Serta ketiga siap mengawal hasil Pemilu.

Salah satu tokoh agama, KH Makmun Abdullah yang juga pengasuh Ponpes Roudlotul Mubtadi’in Jepara, mengajak semua elemen masyarakat Jepara maupun Indonesia pada umumnya untuk melupakan riak yang ada selama Pemilu.

Baca Juga :  KA Kaligung Tabrak Toyota Yaris Merah di Brangsong Kendal, Mobil Terseret Ratusan Meter, Diduga 2 Tewas

Sebaliknya ia berharap semua pihak bisa menghormati apapun hasil Pemilu dengan tetap mengedepankan persatuan kesatuan bangsa dan keutuhan umat.

“Kepada segenap masyarakat Indonesia yang sudah, sudah. Mari kita bersatu, bergandengan tangan kembali demi keutuhan umat dan bangsa. Yang menang harus bisa mengayomi semua, yang kalah ya harus bisa legawa menerima kekalahan,” paparnya.

Deklarasi itu mendapat apresiasi positif dari Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman. Ia pun mengajak semua elemen untuk bisa menyikapi Pemilu secara arif dan bijaksana, menerima hasilnya serta menghormati keputusan KPU nantinya.

Baca Juga :  Saat Melarikan Diri Jalannya Buntu, Jambret di Semarang ini Babak Belur Dimassa dan Motornya Dihancurkan Warga

“Kami sangat apresiatif terhadap inisiatif deklarasi ini. Harapan kami semua elemen bisa kembali beraktivitas, melupakan gesekan dan polarisasi yang mungkin terjadi selama Pemilu. Semua elemen turut menjadi cooling system dalam rangka menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa ini. Itu yang paling utama,” tegasnya. Wardoyo

 

Loading...