JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Stok Gas Melon di Solo Aman, Jangan Sampai Ada Kelangkaan

Ketua Tim Satgas Anti Mafia Pangan Polresta Solo, AKBP Andy Rifa’i
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ketua Tim Satgas Anti Mafia Pangan Polresta Solo, AKBP Andy Rifa’i

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Stok gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon di Kota Solo masih aman alias tidak terjadi kelangkaan.

Tim Satgas Anti Mafia Pangan Polresta Solo belum mendapat laporan adanya kelangkaan gas melon tersebut.

Ketua Tim Satgas Anti Mafia Pangan Polresta Solo, AKBP Andy Rifa’i menuturkan pantauan anggota di lapangan stok gas melon di Solo masih tergolong aman. Belum terlihat ada gejolak kelanggaan gas di masyarakat meski di kawasan lain telah terjadi kelangkaan.

“Kami telah koordinasi dengan Pemkot sejauh ini juga belum ada kelangkaan gas,” terang Andy saat berbincang dengan wartawan, Selasa (7/5/2019) siang.

Baca Juga :  RSUD Bung Karno Solo Bakal Jadi RS Pengobatan Tradisional

Meski belum ada kabar terkait kelangkaan gas melon di wilayah Solo, pihak Polresta akan tetap mengawasi distribusi mulai dari agen hingga ke tingkat bawah. Hal ini guna mengatisipasi kelangkan di masyarakat.

“Kita juga akan berkoodinasi dengan Hiswana Migas, karena terkait distribusi dan droping mereka yang mengatur. Nanti kita bandingan dengan pengawasan anggota di lapangan,” kata Andy yang juga menjabat sebagai Waka Polresta Solo tersebut.

Berkaca dari tahun lalu, lanjut Andy, stok gas melon banyak berkurang terjadi usai lebaran. Pasalnya masyarakat Jawa pada umumnya menggelar pesta pernikahan bagi putra-putrinya. Kondisi ini membuat pemakaian Gas Elpiji ukuran 3 kilogram juga meningkat.

Baca Juga :  Bebekal Pengalaman, Polresta Solo Siap Amankan Piala Dunia U-20 di Manahan

“Pengawasan kita tidak hanya di agen dan pangkalan gas semata, namun juga menyasar pada tingkat pengecer. Jangan sampai kecolongan melihat moment budaya mantu ada yang mempermainkan harga hingga menimbun tabung gas,” tegasnya.

Apabila ada temuan penjual yang culas, Andy menuturkan tidak akan bertoleransi terhadap oknum tersebut. Pihaknya akan menindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kita tidak berharap hal tersebut terjadi, namun bukan berarti tidak menutup kemungkinan. Maka dari itu kita laksanakan antisipasi sejak dini, apabila ada masyarkat yang mengetahui segera lapor,” pungkanya. Syahirul