loading...
Loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Tarawih keliling (Tarling) yang di selenggarakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar memasuki putaran ke lima, kali ini bertempat di Masjid Al Misbach Tegal sari Desa Selokaton Kecamatan Gondangrejo pada Jum’at (11/05/2019).

Ada banyak hal yang diungkap dalam tarling itu. Salah satunya perihal tanda-tanda kiamat.

Junaedi selaku Camat Gondangrejo menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Tarling Pemkab Karanganyar yang sudah berkenan kembali memilih Desa Selokaton ini untuk tujuan Tarawih Keliling.

Junaedi juga menyampaikan bahwa dalam rangka menindaklanjuti instruksi Bupati Karanganyar agar setiap desa mempunyai keunggulan masing-masing diinformasikan bahwa Desa Selokaton sudah mempunyai produk percetakan yang bisa dipamerkan.

Akan tetapi masih perlu dukungan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar untuk membangun wisata air, pasar desa dan renovasi kantor desa.

Baca Juga :  Ribuan Butir Pil Koplo, Sabu dan Kosmetik Ilegal Diblender di Kejaksaan Karanganyar. Kejari Sebut Agar Tidak Disalahgunakan! 

Sementara untuk tausiyahnya, ustadz Muh Ali menyampaikan tiga tanda-tanda kiamat. Pertama apabila suami takut pada istri dan durhaka kepada suami.

Yang kedua apabila seseorang dekat kepada temannya dan jauh dari ayahnya.

Dan ketiga nyaringnya suara masjid tetapi sepi atau sedikit orang yang beribadah.

Sementara, dalam sambutannya Bupati Karangnyar berpesan agar masyarakat senantiasa guyup, rukun dan lebih giat beribadah. Baik NU, LDII, MTA serta Muhamadiyah tetap menjunjung kerukunan, toleransi sehingga akan menjadikan berkah bagi kita semua.

Dicontohkan beliau bahwa Nabi Muhammad meminta tiga hal dalam doanya, kedua doa dikabulkan oleh Allah.

Yakni meski umatnya mengalami kekeringan tetap bisa hidup dan tidak kekurangan.

Baca Juga :  Peringati Hari AIDS Sedunia, Semua Perusahaan di Karanganyar Diwajibkan Pasang Spanduk Dengan Tulisan Ini! 

Yang kedua agar umatnya tidak dibinasakan seperti umat Nabi Nuh dan doa ketiga yang tidak dikabulkan adalah agar umatnya tidak berselisih dan saling membunuh.

“Untuk itu kita harus mawas diri dan hati-hati jangan sampai terjadi perselisihan hanya karena masalah sepele,” katanya. Wardoyo

Loading...