loading...
Loading...
Minuman teh. pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM – Salah satu minuman yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia saat berbuka puasa tiba adalah teh dan kopi. Kedua minuman ini akan sangat mudah dijumpai di Indonesia, karena hampir setiap rumah makan menyediakannya.

Selain manis kedua minuman ini memiliki rasa yang khas di mulut para penggemarnya.

Namun, menurut dokter spesialis gizi klinis Diana F. Suganda teh dan kopi bukanlah minuman tepat untuk berbuka puasa. Alasannya adalah karena perut dalam keadaan kosong setelah tidak makan dan minum selama 13 hingga 14 jam.

Menurut Diana, ada beberapa alasan mengapa teh dan kopi sebaiknya dihindari saat berbuka puasa. Pertama, kedua minuman ini memiliki sifat diuretik yang menyebabkan naiknya laju urinasi. Apabila seseorang mengonsumsi kedua jenis minuman ini, ia akan lebih sering buang air kecil.

“Buang air kecil artinya mengeluarkan cairan dari tubuh kan? Sehingga di saat seharusnya seorang yang menjalankan puasa menyimpan cadangan cairan, ini justru dikeluarkan. Ini bisa menimbulkan efek dehidrasi,” kata dia di Jakarta pada 15 Mei 2019.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

Selanjutnya, masih banyak persepsi yang salah tentang manis gula, khususnya pada teh. Di masyarakat, tak sedikit yang menganggap bahwa gula yang dihasilkan dari segelas teh dapat mengembalikan kadar gula yang menurun akibat puasa. Memang, hal tersebut tidak disalahkan oleh Diana. Namun, hasilnya tidak efektif karena hanya mengandung sukrosa.

“Sedih banget ya pastinya. Dan ini saatnya kita meluruskan. Jadi, untuk merangsang kenaikan gula darah setelah puasa, tidak hanya dibutuhkan sukrosa saja. Melainkan juga glukosa dan fruktosa. Secara efektif, ini bisa didapat dari memakan kurma atau meminum susu,” katanya.

Kandungan asam, khususnya pada kopi juga menjadi perhatian. Diana mengatakan bahwa asam dapat merusak lambung. Terlebih lagi, saat puasa perut tidak diisi nutrisi untuk beberapa waktu.

“Kita berpuasa kurang lebih 13 jam. Di saat itu, perut kosong dan tidak ada aktivitas sama sekali. Nah, sifat kopi sendiri asam. Sehingga ketika dikonsumsi saat berbuka, tentu akan merusak lambung,” katanya.

Hal terakhir yang tak kalah penting ialah kandungan kafein pada teh dan kopi. Diana menjelaskan bahwa bagi sebagian orang, kafein akan sangat berpengaruh pada kerja jantung. Apabila tidak diimbangi dengan nutrisi dan gaya hidup yang baik, jantung berdetak dan memungkinkan terjadinya serangan jantung.

Baca Juga :  Penderita Hepatitis A Bisa Sembuh Total, ini Syaratnya

“Sama seperti asam ya. Kafein itu bagi sebagian orang bisa merusak organ jantung. Apalagi kalau tidak diimbangi dengan makanan yang baik, akan mengakibatkan masalah,” katanya.

Oleh karena itu, Diana menyarankan untuk berhenti meminum kopi dan teh selama puasa Ramadan. “Walaupun sudah terbiasa, distop dulu. Karena lebih banyak manfaat negatifnya untuk tubuh kalau diminum saat berbuka puasa,” katanya.

www.tempo.co

Loading...