JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tertangkap Jual Bumbu Kedaluwarsa, Begini Alibi Pedagang di Pasar Karanganyar. Dinas Imbau Masyarakat Hati-hati! 

Sidak mamin oleh DKK Karanganyar. Foto/Istimewa

DSC 3161 768x576
Sidak mamin oleh DKK Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengimbau masyarakat selektif dan cermat mengecek bahan sembako yang hendak dibeli. Pasalnya hasil sidak menemukan masih banyak bahan yang kedaluwarsa maupun mengandung bahan pewarna yang melanggar ketentuan.

Hal itu disampaikan Sekretaris DKK Karanganyar, Fatkhul Munir usai sidak mamin di Pasar Jongke. Ia mengatakan pencegahaan paling efektif adalah memberikan pemahaman kepada pembeli.

Dia meminta masyarakat yang membeli untuk mengecek barang yang hendak di beli.

“Dilihat kemasanya, terus dilihat tanggal kadaluwarsanya,” tuturnya kepada wartawan.

Menurutnya, para pembeli jangan tergiur dengan harga murah saja. Namun harus dilihat kemasan dan kondisi barang yang akan dibeli.

Baca Juga :  Ketua HKTI Karanganyar Bisa Pahami Insiden Kades Harjosari, TNI/Polri yang "Datangi" Acara Pelantikan Perempuan Tani HKTI

“Sementara pedagang kalau beli harus jelas barangnya, karena itu mau dijual kepada masyarakat. Jadi harus ngerti, barangnya layak nggak, harus jelas darimana. Jangan menjual barang dari segi murahnya saja, tapi juga dilihat segi kelayakan barang kurang,” imbuhnya.

Dari sidak tersebut, tim Dinkes menemukan bumbu cepat saji dan ikan makarel kemasan kaleng yang sudah kadaluarsa.

Selain itu, tim juga melakukan cek kandungan bahan makanan pada mi basah, kerupuk cumi, bakso, cendol teri dan lain-lain. Ada 8 sample yang mengandung formalin dan Rodamin B.

Baca Juga :  Sebanyak 550 Anggota Taekwondo Karanganyar Digadang-gadang Maju Porprov Jateng

Sementara penjual kelontong di Pasar Jongke, Suradi mengatakan, ada empat bungkus bumbu saset yang sudah kadaluarsa, expired. Pihaknya mengaku lupa dan tidak melakukan pengecekan pada setiap barang. Biasanya, jika ada pembeli yang menemukan kadaluwarsa, mereka meminta ganti dengan sendirinya.

“Kami akan lebih berhati-hati lagi dalam menjual barang dagangannya. Biasanya kami disetori oleh para agen. Jika memang ada barang yang tidak layak, akan diganti beberapa hari kemudian,” tandasnya. Wardoyo