JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Tokoh Agama Kristen di Weru Sukoharjo Nyatakan Menolak Keras Aksi People Power. Ini Alasannya!  

Stefanus Kasnawi. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Stefanus Kasnawi. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Rencana gerakan people power 22 Mei 2019 terus memantik respon penolakan di Sukoharjo. Tak hanya tokoh agama Islam, tokoh agama lain pun juga menyuarakan penolakan serupa.

Salah satunya, Stefanus Kasnawi, tokoh agama Kristen di Kecamatan Weru, Sukoharjo. Didampingi sang istri, Stefanus juga menyatakan menolak keras gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019.

Baca Juga :  Tambah Terus Slur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Kini Menjadi 97

Pernyataan sikap itu disampaikan Jumat (17/5/2019) menyikapi memanasnya situasi dampak isu people power belakangan ini.

Ia mengaku menolak people power karena bisa mengancam keutuhan NKRI dan kedaulatan bangsa.

“Saya sebagai tokoh agama Kristen di Kecamatan Weru menolak keras people power. Kami mendukung persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri yang sudah berperan besar sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 di Kecamatan Weru sehingga bisa berjalan sukses tanpa ekses.

Baca Juga :  Innalillahi, Bocah 3 Tahun Meninggal Tenggelam di Saluran Somoulun Miratan Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari Sukoharjo

Apresiasi disampaikan lantaran pelaksanaan Pemilu dan Pleno rekapitulasi suara bisa berjalan aman, damai, jujur, adil dan transparan.

“Sukses maju terus TNI dan Polri,” tandasnya. Wardoyo