loading...
Stefanus Kasnawi. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMAR NEWS.COM Rencana gerakan people power 22 Mei 2019 terus memantik respon penolakan di Sukoharjo. Tak hanya tokoh agama Islam, tokoh agama lain pun juga menyuarakan penolakan serupa.

Salah satunya, Stefanus Kasnawi, tokoh agama Kristen di Kecamatan Weru, Sukoharjo. Didampingi sang istri, Stefanus juga menyatakan menolak keras gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019.

Pernyataan sikap itu disampaikan Jumat (17/5/2019) menyikapi memanasnya situasi dampak isu people power belakangan ini.

Ia mengaku menolak people power karena bisa mengancam keutuhan NKRI dan kedaulatan bangsa.

Baca Juga :  Geger Gantung Diri di Makam Congculi Rojomenggalan Ngemplak Kartasura Sukoharjo. Ini Fakta-faktanya

“Saya sebagai tokoh agama Kristen di Kecamatan Weru menolak keras people power. Kami mendukung persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati,” paparnya.

Ia juga mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada KPU, Bawaslu, TNI dan Polri yang sudah berperan besar sehingga pelaksanaan Pemilu 2019 di Kecamatan Weru sehingga bisa berjalan sukses tanpa ekses.

Apresiasi disampaikan lantaran pelaksanaan Pemilu dan Pleno rekapitulasi suara bisa berjalan aman, damai, jujur, adil dan transparan.

Baca Juga :  Semi Final KMNR 15 Solo, Peserta 5.162 Siswa, Lomba Dibagi 4 Sesi, Agar Peserta Nyaman Orangtua Tenang, Ini Himbauan Panitia

“Sukses maju terus TNI dan Polri,” tandasnya. Wardoyo